Perang Iran Menggerakkan Krisis Helium, Bikin Gangguan Chip

Sinta R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 47 dibaca
Bisik.id
Perang Iran Menggerakkan Krisis Helium, Bikin Gangguan Chip

Gambar atau konten salah?

Perang di Iran memengaruhi rantai pasok industri chip global, meski pabrik-pabriknya tidak berada di kawasan Timur Tengah. Helium, unsur penting untuk pendinginan, deteksi kebocoran, dan proses manufaktur presisi, menjadi titik kritis.

Menurut laporan, harga helium melonjak tajam sejak awal konflik. Helium diproduksi sebagai produk sampingan dalam pengolahan gas alam, dan Qatar, produsen LNG terbesar, menyumbang hampir 33 % pasokan global. Pada 2025, Qatar diperkirakan akan mengekspor sekitar 63 juta meter kubik helium.

Di acara Semicon China di Shanghai, Cameron Johnson dari Tidal Wave Solutions menegaskan, "Kelangkaan helium jadi perhatian utama." Ia menambahkan bahwa beberapa pabrik chip memilih memperlambat produksi atau hanya memfokuskan pada produk paling penting.

Johnson juga mengingatkan, "Kalau sampai terjadi, Anda akan lihat dampaknya pada elektronik, otomotif, bahkan smartphone." Pernyataan ini menyoroti potensi gangguan yang meluas.

Jerry Zhang, kepala perusahaan semikonduktor asal Swiss, VAT, menyatakan bahwa perang memperketat pasokan helium. Ia mengaku, "Dampaknya langsung dirasakan perusahaan dia dan perusahaan lain juga. Mereka mencari alternatif pasokan lain termasuk dari Amerika."

Berikut adalah distribusi penggunaan helium di industri Amerika pada Februari 2026, sebagai gambaran global:

  • Analitikal, permesinan, lab, sains, gas khusus – 22 %
  • Ruang terkendali, fiber optik, semikonduktor – 17 %
  • Lifting gas – 17 %
  • Magnetic resonance imaging (MRI) – 15 %
  • Antariksa – 9 %
  • Pengelasan – 8 %
  • Diving – 5 %
  • Deteksi kebocoran – 5 %
  • Penggunaan lain – 2 %

Helium menjadi bahan baku penting bagi banyak sektor. Kekurangan pasokan akibat konflik di Iran menimbulkan ketidakpastian bagi industri chip, elektronik, dan otomotif. Perusahaan-perusahaan kini berusaha diversifikasi sumber pasokan untuk mengurangi risiko.

Perang IranRantai pasok chipHeliumQatar LNGSemicon ChinaIndustri semikonduktorDiversifikasi pasokan

Komentar

Memuat komentar...