Perayaan Gus Fawait: 7.037 Beasiswa, 1.8 Juta Wisatawan

Yuli S. · 4 min baca · 2 bulan lalu · 69 dibaca
Bisik.id
Perayaan Gus Fawait: 7.037 Beasiswa, 1.8 Juta Wisatawan

Gambar atau konten salah?

Gus Fawait menandai satu tahun menjabat sebagai Bupati Jember dengan menyatakan komitmen terus menerus menjalankan program-program kerakyatan bagi warga Jember. “Kami berkomitmen terus menjalankan program-program kerakyatan untuk warga Jember,” ujarnya di kantor DPRD Jember pada Selasa, 31 Maret 2026.

Program unggulan pertama yang diluncurkan pada tahun 2025 adalah Program Beasiswa Cinta Bergema. Program beasiswa kuliah gratis ini menampung 7.037 mahasiswa dalam satu tahun saja. “Angka yang jauh lebih masif dibandingkan program bantuan pendidikan sebelumnya yang cenderung terbatas dan tidak merata,” jelas Gus Fawait. Ia menegaskan bahwa beasiswa ini tidak hanya menyasar siswa berprestasi, tetapi juga santri, keluarga kurang mampu, hingga jalur afirmasi lainnya. “Program ini tidak hanya menyasar siswa berprestasi, tetapi juga santri, keluarga kurang mampu, hingga jalur afirmasi lainnya,” tambahnya. Keunggulan beasiswa ini terletak pada pemberian bantuan sampai lulus tanpa proses pendaftaran berulang.

Selanjutnya, Program Cinta Petani, Nelayan, dan UMKM memperlihatkan pendekatan terintegrasi dari hulu ke hilir. Penyaluran pupuk mencapai lebih dari 64 juta kilogram urea dan 56 juta kilogram NPK. Selain itu, asuransi jiwa diberikan kepada 1.971 nelayan, dan 2.458 gerobak usaha disediakan untuk UMKM melalui program Mlijo Cinta. “Penyaluran pupuk mencapai lebih dari 64 juta kilogram urea dan 56 juta kilogram NPK, asuransi jiwa kepada 1.971 nelayan serta bantuan 2.458 gerobak usaha untuk UMKM melalui program Mlijo Cinta serta pemangkasan retribusi pasar hingga 75 persen,” jelasnya. Program optimalisasi lahan juga dilaksanakan dengan perbaikan infrastruktur air pada 107 kelompok tani, mencakup total luasan 4.410 hektar. “Program optimalisasi lahan telah dilaksanakan dengan tahap perbaikan infrastruktur air pada 107 kelompok tani dengan total luasan lahan 4.410 Hektar. Kombinasi kebijakan ini dinilai menjadi salah satu langkah agresif dalam memperkuat ekonomi rakyat, tidak hanya menjaga daya tahan, tetapi mendorong produktivitas pelaku usaha kecil secara langsung,” tambahnya.

Program Insentif Masyarakat memperluas perlindungan sosial, menargetkan kelompok yang sering terlewat seperti guru ngaji dan kader posyandu. Sepanjang 2025, sebanyak 21.399 guru ngaji menerima program insentif. “Sepanjang 2025, sebanyak 21.399 guru ngaji menerima program insentif guru ngaji,” ucap Gus Fawait. Guru ngaji dapat hadir di kantor desa terdekat tanpa antri di bank, dan mereka juga mendapatkan jaminan BPJS Ketenagakerjaan. “Para guru ngaji cukup hadir di kantor desa terdekat dan tidak perlu antri di bank. Selain itu, para guru ngaji juga mendapat jaminan BPJS Ketenagakerjaan,” tambahnya.

Di bidang infrastruktur, pemerintah daerah menggeser fokus dari sekadar pembangunan fisik ke peningkatan konektivitas dan akses layanan dasar. Hingga akhir 2025, jalan dalam kondisi mantap mencapai 2.105 kilometer, didukung pemasangan 4.236 titik penerangan jalan umum. “Bahkan Dusun Bandealit yang selama ini hidup dalam kegelapan, per tanggal 17 Agustus 2025 menikmati hak dasar warga atas listrik,” ungkap Gus Fawait. Pembangunan di Kabupaten Jember tidak hanya bergantung pada APBD Jember; koordinasi dengan pemerintah pusat menghasilkan revitalisasi 124 gedung sekolah yang rusak atas gelontoran dana APBN, yang menjadi terbesar di Indonesia. “Pembangunan di Kabupaten Jember tidak hanya bergantung pada APBD Jember. Kami aktif berkoordinasi pemerintah pusat. Hasilnya 124 gedung sekolah yang rusak berhasil direvitalisasi atas gelontoran dana APBN. Ini yang terbesar se Indonesia,” tambahnya.

Perubahan signifikan juga terlihat pada sektor pariwisata. Setelah sempat stagnan, operasional Bandara Jember kembali dibuka dengan rute langsung ke Jakarta dan Bali. “Dua rute tersebut menjadi tonggak sejarah keberhasilan kami menghubungkan Jember dengan pusat ekonomi nasional. Dampaknya signifikan, jumlah kunjungan wisatawan melonjak menjadi 1,8 juta orang dalam satu tahun, menandai fase baru kebangkitan pariwisata daerah melalui reaktivasi Bandara Notohadinegoro,” terangnya.

Program UHC (Universal Health Coverage) juga menunjukkan capaian luar biasa. Melalui Program UHC Prioritas, cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai 99,46 persen, dengan tingkat keaktifan peserta 82,15 persen. “Program UHC Prioritas, cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai 99,46 persen, dengan tingkat keaktifan peserta 82,15 persen.” Program ini menjamin kesehatan seluruh warga Jember dengan memberikan fasilitas pengobatan gratis di seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia.

Program Wadul Gus'e menjadi wujud nyata pelayanan publik yang responsif dan berbasis data. Hingga akhir tahun 2025, program ini telah menerima lebih dari 10.412 aduan masyarakat, dengan tingkat tindak lanjut mencapai 86 persen yang telah diproses dan diselesaikan oleh OPD terkait. “Program Wadul Guse Kabupaten Jember menjadi wujud nyata pelayanan publik yang responsif dan berbasis data, di mana hingga akhir tahun 2025 telah menerima lebih dari 10.412 aduan masyarakat, dengan tingkat tindak lanjut mencapai 86 persen yang telah diproses dan diselesaikan oleh OPD terkait.” Berbagai laporan mulai dari infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga administrasi kependudukan ditangani secara cepat dan terukur, dengan rata-rata waktu respon semakin singkat.

Selain wadul, Gus Fawait juga mendekatkan pelayanan publik melalui Program Bunga Desaku dan Guse Menyapa. Selama tahun 2025, tercatat sebanyak 60 desa telah dikunjungi oleh Gus Fawait. Banyak permasalahan dan aspirasi masyarakat yang sudah ditindaklanjuti dan diselesaikan. Kombinasi Wadul Guse, Bunga Desaku, dan Guse Menyapa menunjukkan komitmen Gus Fawait terhadap pemerataan dalam pola komunikasi kepada seluruh lapisan masyarakat.

Gus Fawait menegaskan bahwa capaian tahun 2025 merupakan langkah awal menuju percepatan pembangunan yang lebih luas dan inklusif. “Kami menyadari masih banyak tantangan ke depan. Namun dengan fondasi yang telah dibangun, kami optimis Jember akan terus bergerak maju, lebih sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Secara keseluruhan, satu tahun kepemimpinan Gus Fawait menandai peningkatan signifikan di berbagai sektor: pendidikan, ekonomi, sosial, infrastruktur, pariwisata, kesehatan, dan pelayanan publik. Program-program yang diluncurkan tidak hanya meningkatkan akses dan kualitas layanan, tetapi juga memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Dengan fondasi yang kuat, Jember tampak siap menghadapi tantangan masa depan dan melanjutkan momentum menuju kemajuan yang lebih merata dan berkelanjutan.

Bupati JemberBeasiswa Cinta BergemaProgram Cinta PetaniUHCPariwisata Bandara JemberWadul Gus'e

Komentar

Memuat komentar...