Perbarui Desil DTSEN: Cara Mudah Memperbaiki Status Bansos

Teguh A. · 4 min baca · 2 bulan lalu · 142 dibaca
Bisik.id
Perbarui Desil DTSEN: Cara Mudah Memperbaiki Status Bansos

Gambar atau konten salah?

Di tahun 2026, masih ada beberapa bantuan sosial (bansos) yang cair, mulai dari BPNT, PKH tahap 2, bantuan beras 10 kg, hingga Program Indonesia Pintar (PIP). Namun, sejumlah keluarga tidak lagi menerima bansos karena data mereka diperbarui. Pemerintah menggunakan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk menentukan penerima bansos berdasarkan desil. Data tersebut diperbarui secara berkala, dan ketika terjadi peningkatan kondisi ekonomi atau masuk kategori inclusion error, keluarga dapat dicoret dari daftar penerima.

Meski proses update data bertujuan membuat data lebih akurat, masih ada kesalahan pendataan di lapangan. Karena itu, masyarakat tetap berhak mengajukan perubahan desil agar data yang tercatat sesuai dengan kondisi sebenarnya. Berikut penjelasan lengkap tentang cara mengubah desil di DTSEN.

Menurut Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang juga dikenal sebagai Gus Ipul, pada 27 April 2026, "Ada yang sebelumnya tidak menerima, sekarang menerima. Dan ada yang selama ini menerima tetapi masuk ke inclusion error, sehingga tidak menerima lagi. Jadi memang data ini dinamis,". Data DTSEN Volume 2 tahun 2026 menunjukkan bahwa masih ada 11.014 keluarga penerima manfaat (KPM) yang dikeluarkan dari daftar penerima bansos akibat inclusion error. Di sisi lain, pemerintah menetapkan penerima baru dari hasil pemutakhiran data.

Dari 77.014 keluarga yang sebelumnya belum memiliki desil, sebanyak 27.176 keluarga kini sudah berhasil terklasifikasi melalui proses ground check. Sementara itu, sebanyak 475.821 keluarga penerima manfaat (KPM) baru juga telah ditetapkan sebagai penerima bansos PKH dan sembako pada triwulan II 2026.

Desil adalah sistem pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga berdasarkan berbagai indikator sosial dan ekonomi. Penilaian ini tidak hanya melihat besaran penghasilan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi rumah, pekerjaan, pendidikan, penggunaan listrik, hingga kepemilikan aset. Dalam sistem DTSEN, masyarakat dibagi menjadi 10 kelompok atau desil. Setiap desil mewakili 10 persen populasi, dimulai dari desil 1 sebagai kelompok dengan kondisi ekonomi paling rendah hingga desil 10 sebagai kelompok dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.

Desil menjadi penentu utama penerima bantuan sosial. Umumnya, masyarakat yang berada di desil 1 hingga 4 menjadi prioritas penerima bansos seperti PKH dan BPNT. Sementara desil 5 masih berpeluang menerima bantuan tertentu, khususnya bantuan kesehatan seperti PBI JKN. Kelompok di atas desil 5 umumnya sudah tidak lagi menjadi prioritas penerima bansos karena dianggap memiliki kondisi ekonomi yang lebih stabil.

Berikut kategori desil yang digunakan dalam penyaluran bansos:

  • Desil 1: Kelompok miskin ekstrem atau 10 persen terbawah dalam tingkat kesejahteraan
  • Desil 2: Kelompok masyarakat miskin
  • Desil 3: Kelompok hampir miskin
  • Desil 4: Kelompok rentan miskin
  • Desil 5: Kelompok ekonomi menengah ke bawah
  • Desil 6 hingga 10: Kelompok menengah hingga masyarakat mampu

Setiap desil juga menentukan jenis bantuan yang dapat diterima. Berikut pembagian bansos berdasarkan kategori desil:

  • Desil 1 hingga 4: Berhak menjadi penerima Program Keluarga Harapan (PKH)
  • Desil 1 hingga 5: Berhak menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau bantuan sembako
  • Desil 1 hingga 5: Berhak mendapatkan bantuan kesehatan melalui PBI JKN
  • Desil 1 hingga 5: Masih berpeluang menerima bantuan sosial lainnya

Jika keluarga merasa kategori desil yang tercatat tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya, mereka dapat mengajukan perubahan desil. Pemerintah menyediakan mekanisme perbaikan data melalui pengajuan perubahan desil, baik secara online lewat aplikasi Cek Bansos maupun secara offline melalui sistem SIKS‑NG.

Berikut langkah-langkah mengubah desil secara online menggunakan aplikasi Cek Bansos:

  • Unduh aplikasi Cek Bansos dari Google Play Store atau App Store.
  • Registrasi menggunakan data e‑KTP dan Kartu Keluarga.
  • Login ke aplikasi.
  • Pilih fitur “Usul Sanggah” atau “Usulkan Pembaruan”.
  • Klik “Request Pembaruan Data”.
  • Isi data yang ingin diperbaiki, seperti kondisi rumah dan penghasilan.
  • Unggah dokumen pendukung, misalnya foto rumah.

Untuk mengubah desil secara offline, masyarakat dapat meminta bantuan petugas desa atau dinas sosial untuk melakukan pembaruan data melalui sistem SIKS‑NG. Berikut langkah-langkahnya:

  • Datangi kantor desa, kelurahan, atau dinas sosial.
  • Bawa KTP, Kartu Keluarga, dan dokumen pendukung.
  • Sampaikan permohonan perbaikan data kepada petugas.
  • Petugas akan mengecek data melalui sistem SIKS‑NG.
  • Ajukan pembaruan jika data tidak sesuai.
  • Tunggu proses survei lapangan untuk verifikasi kondisi ekonomi.

Setelah pengajuan perubahan data, masyarakat dapat mengecek status bansos secara berkala melalui aplikasi maupun website resmi Kemensos. Berikut langkah-langkahnya:

  • Cek Desil melalui Aplikasi Cek Bansos:
    • Unduh aplikasi Cek Bansos melalui Google Play Store atau App Store.
    • Login menggunakan NIK dan kata sandi atau akun Google.
    • Pilih menu “Cek Bansos”.
    • Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
    • Klik tombol “Cari Data”.
    • Aplikasi akan menampilkan informasi lengkap terkait status penerima bansos dan posisi desil keluarga.
  • Cek Desil melalui Website Resmi Kemensos:
    • Kunjungi situs resmi cek bansos di cekbansos.kemensos.go.id.
    • Masukkan NIK sesuai KTP.
    • Isi kode captcha yang tersedia di layar.
    • Klik tombol “Cari Data”.
    • Hasil pencarian menampilkan informasi serupa dengan aplikasi, mulai dari status penerimaan bansos hingga kategori desil yang dimiliki saat ini.

Dengan adanya mekanisme ini, keluarga yang merasa desilnya tidak akurat dapat memperbaikinya tanpa harus menunggu proses update data nasional. Proses perbaikan dapat memakan waktu, namun hasilnya dapat memastikan bahwa bantuan sosial yang diterima memang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi ekonomi keluarga.

Perubahan desil juga penting bagi keluarga yang ingin tetap menerima bantuan. Tanpa memperbarui data, mereka dapat kehilangan akses ke program-program yang sebelumnya mereka terima. Sebaliknya, keluarga yang telah meningkatkan kondisi ekonomi dapat menghindari penerimaan bansos yang tidak perlu.

Selain itu, data yang akurat membantu pemerintah dalam alokasi sumber daya. Dengan mengetahui kelompok desil yang tepat, program-program sosial dapat disesuaikan sehingga lebih efektif dan efisien.

Secara keseluruhan, proses perubahan desil di DTSEN memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memastikan data mereka mencerminkan realitas. Melalui aplikasi Cek Bansos atau bantuan petugas desa, keluarga dapat memperbarui informasi dan tetap terhubung dengan program bantuan sosial yang relevan dengan kondisi mereka.

DTSENdesilbansosPKHBPNTinclusion errorCek Bansos

Komentar

Memuat komentar...