Perbedaan Jadwal Syawal 2026: Pemerintah vs Muhammadiyah

Dani L. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 73 dibaca
Bisik.id
Perbedaan Jadwal Syawal 2026: Pemerintah vs Muhammadiyah

Gambar atau konten salah?

Di Medan, tahun ini umat Islam menemukan perbedaan dalam penetapan awal Syawal 1447 H (2026 Masehi) antara pemerintah dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Perbedaan satu hari ini juga mengubah tanggal akhir bulan ke‑10 dalam kalender Hijriah. Bagi yang ingin melaksanakan amalan sunah, khususnya puasa enam hari di bulan Syawal, mengetahui batas akhir bulan sangat penting.

Jadwal Bulan Syawal 2026 Versi Pemerintah

Berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar pada 19 Maret 2026, Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Menurut Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 terbitan Ditjen Bimas Islam Kemenag, bulan Syawal tahun ini berlangsung selama 29 hari. Sehingga hari terakhir Syawal versi pemerintah jatuh pada Sabtu, 18 April 2026.

  • 1‑10 Syawal: 21 Maret – 30 Maret 2026
  • 11‑20 Syawal: 31 Maret – 9 April 2026
  • 21‑29 Syawal: 10 April – 18 April 2026

Jadwal Bulan Syawal 2026 Versi Muhammadiyah

PP Muhammadiyah menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal. Melalui Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh lebih awal, yakni pada Jumat, 20 Maret 2026. Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) 1447 H Muhammadiyah, bulan Syawal juga berlangsung selama 29 hari dan berakhir pada Jumat, 17 April 2026.

  • 1‑10 Syawal: 20 Maret – 29 Maret 2026
  • 11‑20 Syawal: 30 Maret – 8 April 2026
  • 21‑29 Syawal: 9 April – 17 April 2026

Jadwal dan Batas Waktu Puasa Syawal 2026

Puasa enam hari di bulan Syawal adalah amalan sunah muakkad setelah Idul Fitri. Umat Islam dilarang berpuasa pada 1 Syawal, sehingga puasa ini baru dapat dimulai pada 2 Syawal. Batas pelaksanaan berbeda antara versi pemerintah dan Muhammadiyah:

  • Versi Pemerintah: Mulai 22 Maret hingga 18 April 2026.
  • Versi Muhammadiyah: Mulai 21 Maret hingga 17 April 2026.

Menurut ulama Hanafiyyah dan Syafi'iyyah, puasa ini lebih utama dilakukan secara beruntun tepat sehari setelah Idul Fitri. Namun, Imam Ahmad dalam Fiqh as‑Sunnah menyatakan bahwa pelaksanaannya bebas dilakukan secara terpisah kapan saja asalkan masih berada di dalam bulan Syawal.

Keutamaan Puasa Syawal: Pahalanya Setara Satu Tahun

Puasa enam hari di bulan Syawal memiliki pahala yang luar biasa. Melansir laman NU Online, Rasulullah SAW mengumpamakan pahala puasa ini setara dengan berpuasa selama satu tahun penuh. Hadis shahih riwayat Imam Muslim, Abu Dawud, dan Ibnu Majah menguatkan hal ini:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَأَتْبَعَهُ سِتَّاً مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Artinya: "Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun." (HR. Muslim)

Pahala ini didasarkan pada perhitungan bahwa setiap amal kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat. Puasa Ramadan (30 hari) ditambah puasa Syawal (6 hari) menjadi 36 hari. Jika dikalikan sepuluh, nilainya menjadi 360 hari, setara dengan jumlah hari dalam satu tahun penuh.

Bacaan Niat Puasa Sunah Syawal

Disarankan membaca niat pada malam hari sebelum terbit fajar (waktu Subuh). Berikut lafaznya:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin an ada'i sunnatis Syawwali lillahi ta'ala

Artinya: "Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah ta'ala." (nkm/nkm)

Perbedaan penetapan awal Syawal antara pemerintah dan Muhammadiyah menunjukkan bahwa metode perhitungan bulan Hijriah dapat mempengaruhi jadwal ibadah bagi umat. Bagi yang ingin melaksanakan puasa Syawal, penting untuk mengetahui tanggal yang berlaku sesuai panduan masing‑masing lembaga. Dengan mengetahui batas akhir bulan, umat dapat merencanakan amalan sunah secara tepat waktu dan mendapatkan pahala yang dijanjikan.

Syawal 1447 HKemenagMuhammadiyahpuasa enam harikalender Hijriahperbedaan penetapanpahala setara satu tahun

Komentar

Memuat komentar...