Perempuan Mengubah Limbah Jadi Pupuk: Program Mikro BRI‑PNM

Maya K. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 152 dibaca
Bisik.id
Perempuan Mengubah Limbah Jadi Pupuk: Program Mikro BRI‑PNM

Gambar atau konten salah?

Di tengah tekanan ekonomi yang menimpa pelaku usaha ultra mikro, perempuan semakin aktif mengembangkan bisnis dan menciptakan peluang baru. Holding Ultra Mikro memanfaatkan sinergi antara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Permodalan Nasional Madani (PNM), dan PT Pegadaian untuk memperkuat pendampingan dan memperluas akses layanan keuangan. Tujuannya: mendorong masyarakat, khususnya perempuan, mengembangkan potensi usaha secara berkelanjutan.

Contoh nyata kisah ini adalah perjalanan Onih Suryati, nasabah PNM Mekaar sekaligus agen BRILink di Kabupaten Bandung Barat. Sejak tahun 2022, Onih memulai usaha berbasis pertanian dan peternakan dengan fokus pada budidaya cacing serta produksi pupuk kascing, yaitu pupuk organik yang terbuat dari bekas cacing.

Onih menjelaskan bahwa usahanya bermula dari masalah limbah. “Awalnya kotoran sapi menjadi limbah yang mencemari lingkungan. Kemudian, melalui pelatihan dari PNM, limbah tersebut dimanfaatkan sebagai pakan cacing, dan pupuk kascingnya dimanfaatkan untuk pertanian,” ujarnya pada Senin, 6 April 2026. Pelatihan tersebut membuka mata Onih tentang potensi ekonomi yang bisa dihasilkan dari limbah yang selama ini dianggap tak berguna.

Seiring berjalannya waktu, pemanfaatan limbah tersebut berkembang menjadi sistem usaha terintegrasi. Limbah ternak diolah melalui instalasi biogas, kemudian dimanfaatkan sebagai pakan cacing. Hasilnya, pupuk organik yang dihasilkan dapat digunakan kembali untuk pertanian. PNM memberikan hibah greenhouse yang memperkuat pengembangan usaha sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga Onih.

Perkembangan usaha ini juga membuka peran baru bagi Onih sebagai agen BRILink, yang melayani berbagai kebutuhan transaksi masyarakat di sekitarnya. “Setelah ada biogas, ibu tidak pernah membeli gas LPG. Hasil penjualan cacing dan pupuk kascing dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari termasuk juga biaya sekolah anak,” tambahnya.

Corporate Secretary PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Dhanny, menegaskan bahwa kisah Onih mencerminkan sinergi Holding Ultra Mikro dalam memperkuat kapasitas usaha secara berkelanjutan, terutama bagi pelaku usaha perempuan. “Keberadaan ekosistem ultra mikro menghadirkan pemberdayaan yang berfokus pada pendampingan usaha serta keterhubungan dengan layanan keuangan formal,” ujarnya. “Pendekatan ini mendorong pelaku usaha, khususnya perempuan, untuk mengembangkan usahanya secara lebih produktif sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru yang berdampak langsung bagi lingkungan sekitarnya,” sambungnya.

Program PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) dirancang sebagai solusi pemberdayaan bagi perempuan prasejahtera yang belum memiliki akses ke layanan keuangan formal. Program ini menyediakan akses permodalan tanpa agunan serta pendampingan usaha secara berkelanjutan. Dalam ekosistem Holding Ultra Mikro BRI Group, program ini menunjukkan dampak nyata. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 1,4 juta debitur PNM berhasil naik kelas, mencerminkan peningkatan kapasitas usaha serta perluasan akses keuangan formal bagi para pelaku usaha ultra mikro.

Oleh karena itu, kisah Onih Suryati menegaskan bahwa dengan sinergi lembaga keuangan, pelatihan, dan teknologi sederhana seperti biogas, pelaku usaha perempuan dapat mengubah limbah menjadi sumber pendapatan dan ketahanan pangan. Program-program seperti PNM Mekaar memberikan contoh konkret bagaimana pemberdayaan ekonomi dapat bersinergi dengan layanan keuangan formal untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat.

Pemberdayaan PerempuanUsaha Ultra MikroPNM MekaarBiogasPupuk OrganikLimbah IndustriSinergi Lembaga Keuangan

Komentar

Memuat komentar...