Perempuan Operator Tambang Emas PT BSI: Tantangan Kesempatan
Gambar atau konten salah?
Perempuan kini mulai memegang peran di industri pertambangan yang selama ini identik dengan dunia laki‑laki. Di Banyuwangi, beberapa perempuan sudah menjadi operator alat berat di tambang emas. Hal tersebut terlihat di PT Bumi Suksesindo (PT BSI), operator tambang emas di Gunung Tumpang Pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Semangat emansipasi yang diwariskan RA Kartini tercermin dari semakin terbukanya peluang kerja bagi perempuan di sektor tersebut.
Human and Resources Department Manager PT BSI, Mukhammad Adhy Prasetya, mengatakan pihaknya terus meningkatkan partisipasi pekerja perempuan di Tujuh Bukit Operations. Salah satunya melalui program Female Green Operator, yakni rekrutmen operator alat berat perempuan untuk warga lokal. "Saat ini kami (PT BSI) memiliki 20-an operator perempuan," jelasnya, Selasa, 21 April 2026.
Anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk ini juga berkomitmen untuk turut memberikan kesempatan kerja yang sama bagi laki‑laki maupun perempuan sesuai dengan Undang‑Undang Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Dalam Undang‑Undang Nomor 13 Tahun 2003 dijelaskan bahwa setiap tenaga kerja perempuan berhak mendapatkan perlakuan yang sama tanpa diskriminasi dari pengusaha dalam memperoleh pekerjaan.
“PT BSI sangat terbuka, tidak membeda‑bedakan pekerjanya atas dasar gender. Kita sangat menjauhi hal itu. Tidak ada perlakuan khusus terhadap pekerja perempuan di PT BSI. Setiap lowongan pekerjaan yang kita rilis tidak pernah mencantumkan persyaratan jenis kelamin tertentu,” tambahnya. Adhy menambahkan bahwa seluruh karyawan mempunyai kesempatan yang sama dalam karier, termasuk dalam hal benefit, jaminan, dan remunerasi. Meskipun demikian, perusahaan tetap menyediakan fasilitas khusus seperti ruang laktasi dan tempat tidur khusus perempuan.
Sementara itu, Chief Geologist PT BSI, Junita Christie Siregar, menyebut peluang perempuan di industri tambang semakin terbuka dalam 10 tahun terakhir. “Kesempatan itu akan semakin terbuka dengan semakin terbukanya sudut pandang dari masyarakat tentang kesempatan kerja yang sama dengan laki‑laki,” terangnya.
Junita mengakui bahwa peluang tersebut tidak lepas dari tantangan. Stereotipe bahwa perempuan lebih lemah masih cukup kuat, sehingga pekerjaan tambang kerap dianggap tidak cocok bagi perempuan. Menanggapi hal tersebut, Junita berpesan agar perempuan tidak menyerah pada stigma yang ada, melainkan terus membuktikan kemampuan dan kompetensi. “Ketika kita kerja di tambang semua sama, bukan karena kita laki‑laki atau perempuan. Kita harus terima tantangan itu. Semangat terus, selalu berpikiran positif, kerja smart, kerja aman, dan jangan lupa berkolaborasi, maka semua tantangan itu akan menjadi positif dan luar biasa,” terangnya.
Diketahui, jumlah tenaga kerja perempuan di PT BSI saat ini mencapai 129 orang atau sekitar 10,3 persen dari jumlah total pekerja sebanyak 1.248 orang. Para pekerja perempuan tersebut tersebar di berbagai bidang kerja di Tujuh Bukit Operations, baik di lapangan seperti operator alat berat maupun di sektor perkantoran seperti administrasi dan manajerial.
Secara global, industri pertambangan masih didominasi laki‑laki. Berdasarkan laporan Women and the Mine of the Future Global Report pada 1 April 2023 mencatat sekitar 85 persen pekerja tambang adalah laki‑laki. Sementara di Indonesia, data Badan Pusat Statistik (BPS) per 1 Februari 2025 menunjukkan pekerja perempuan di sektor ini hanya sebesar 8,24 persen, sedangkan laki‑laki mencapai 91,76 persen.
Perempuan di sektor pertambangan masih minoritas, namun PT BSI menunjukkan contoh peningkatan partisipasi melalui program Female Green Operator dan kebijakan tidak diskriminasi. Perusahaan menegaskan bahwa semua karyawan, tanpa memandang gender, memiliki hak yang sama untuk mengakses peluang karier, benefit, dan fasilitas kerja. Dengan demikian, langkah ini dapat menjadi model bagi perusahaan tambang lain untuk meningkatkan kesetaraan gender di lapangan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
