Perempuan Pimpin 145 Posisi CDF; 91,7% Berpartisipasi Aktif

Yuli S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 57 dibaca
Bisik.id
Perempuan Pimpin 145 Posisi CDF; 91,7% Berpartisipasi Aktif

Gambar atau konten salah?

Di Kabupaten Bandung, perempuan kini tidak hanya menjadi tenaga kerja di perkebunan teh, melainkan juga menjadi agen perubahan. Mereka didorong untuk berinovasi guna meningkatkan kesejahteraan bersama.

Inisiatif ini berakar pada Community Development Forum (CDF) yang digagas oleh Care Indonesia sejak 2023. Forum ini menjadi ruang pertemuan bagi pemerintah desa, manajemen perusahaan teh, pekerja, termasuk pekerja perempuan, dan masyarakat umum.

Perkebunan yang terlibat meliputi Desa Banjarsari, Desa Margaluyu, dan Desa Indragiri. CDF bertujuan mempertemukan semua pihak—dari pekerja hingga kelompok perlindungan masyarakat—untuk merumuskan kebijakan bersama.

Partisipasi aktif meningkat tajam. Pada 25 Mei 2026, 1.812 orang terlibat langsung dalam CDF di tiga wilayah perkebunan tersebut.

“Program ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam partisipasi komunitas, sebanyak 1.812 orang terlibat langsung dalam CDF di tiga wilayah perkebunan yang juga ada di tiga desa,” ujar CEO Care Indonesia, Abdul Wahib Situmorang, pada 25 Mei 2026.

Perubahan paling mencolok adalah kepercayaan masyarakat yang tumbuh. Sekitar 91,7 persen anggota komunitas merasa memiliki peran aktif dalam pengambilan keputusan. Perempuan kini memegang 145 posisi dalam struktur CDF, termasuk 34 posisi kepemimpinan.

“Sebanyak 91,7 persen anggota komunitas merasa memiliki peran aktif dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi kesejahteraan mereka. Selain itu, perempuan kini memegang 145 posisi dalam struktur CDF, termasuk 34 posisi kepemimpinan,” jelasnya.

Keberhasilan CDF juga memicu munculnya berbagai inisiatif komunitas. Tiga kelompok usaha bersama (KUBE) dibentuk di Perkebunan Malabar, Perkebunan Pasir Malang, dan Perkebunan Nagara Kanaan. Usaha-usaha ini beragam, antara lain:

  • Warung Teh
  • Penjualan gas elpiji
  • Penjualan pupuk
  • Lemon kering
  • Kopi
  • Jamur
  • Pengolahan sayur dan buah

Pengembangan usaha ini didorong oleh potensi sumber daya lokal dan kebutuhan masyarakat setempat. Tiga KUBE berhasil mencatat omzet sebesar Rp 75,6 juta per tahun hingga November 2025.

“Pengembangan usaha ini ada karena melihat potensi sumber daya yang ada dan kebutuhan masyarakat setempat. Melalui berbagai usaha yang dikelola, tiga CDF tersebut berhasil mendapatkan omzet sebesar Rp 75,6 juta per tahun hingga November 2025,” tambahnya.

Menurut Marlan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Bandung, pemberdayaan perempuan erat kaitannya dengan peningkatan peran perempuan dalam pembangunan. Pemberdayaan perempuan merupakan proses membangun kapasitas dan memberikan akses yang setara kepada perempuan terhadap berbagai sumber daya yaitu ekonomi, politik, sosial, dan budaya.

“Program ini memberi ruang untuk pembelajaran dan berbagi praktik baik implementasi CDF di wilayah perkebunan teh di Kabupaten Bandung,” pungkasnya.

Inisiatif ini menandai langkah konkret dalam meningkatkan partisipasi perempuan di sektor pertanian. Peningkatan partisipasi, pemberdayaan posisi kepemimpinan, dan diversifikasi usaha menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dapat menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial yang nyata bagi komunitas perkebunan teh di Bandung.

Pemberdayaan perempuanCommunity Development Forum (CDF)Perkebunan tehKUBEPeningkatan partisipasiEkonomi lokalKolaborasi pemerintah-perusahaan-masyarakat

Komentar

Memuat komentar...