Pertalite Batas 50 Liter per Mobil, Harga Tetap Rp10.000
Gambar atau konten salah?
Penggunaan Pertalite untuk mobil pribadi kini dibatasi setiap kendaraan hanya boleh mengisi maksimal 50 liter per hari. Dengan harga Rp 10.000 per liter, batas ini setara dengan Rp 500 ribu per hari.
Keputusan ini diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers. Ia menjelaskan bahwa pemerintah akan mengatur pembelian BBM subsidi melalui sistem barcode mypertamina. “Pemerintah akan melakukan pengaturan pembelian dengan penggunaan barcode mypertamina, dengan batas wajar 50 liter per kendaraan tapi ini tidak berlaku bagi kendaraan umum,” kata Airlangga.
Selain itu, pemerintah menegaskan tidak akan menaikkan harga BBM subsidi. Pertalite tetap dijual Rp 10.000 per liter, sedangkan solar berada di Rp 6.800 per liter. Dengan harga tersebut, mobil pribadi yang mengisi 50 liter dalam sehari tidak akan melebihi Rp 500 ribu.
Peraturan ini didasarkan pada Surat Keputusan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPHMGB) yang sudah beredar. Keputusan tersebut menegaskan bahwa kendaraan perseorangan dapat membeli Pertalite maksimal 50 liter per hari, mulai berlaku 01 April 2026.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menilai kuota 50 liter sudah cukup. Ia menambahkan, “Tangki mobil pun sudah penuh dan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat.” Dalam kesempatan yang sama, ia menyatakan, “Dalam pandangan kami sebagai mantan sopir angkot wajar dan bijak itu kalau isi mobil satu hari 50 liter, itu tangki sudah penuh. Jadi kita akan mendorong ke arah sana.”
Untuk BBM non‑subsidi, pemerintah masih menahan harga jual. Bahlil menyebut bahwa pemerintah telah berdiskusi dengan Pertamina dan SPBU swasta terkait harga tersebut, namun belum ada keputusan akhir.
Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap dapat mengendalikan penyaluran Pertalite, menjaga kestabilan harga, dan mengurangi risiko ketergantungan pada bahan bakar subsidi. Kebijakan ini juga menandai langkah baru dalam pengelolaan BBM di Indonesia, menyesuaikan kebutuhan konsumen dengan kebijakan fiskal yang lebih terkontrol.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Toyota Panggil Produsen Jepang Bersatu Lawan Mobil China
Tragedi Indramayu: 12 Tewas Akibat Pikap Angkut Manusia
BYD Tabrak Kaca Gedung SCBD, Sopir Salah Injak Pedal
Mitsubishi Luncurkan XForce Hybrid, SUV Irit Pertama
Recall Stiker, Subaru Tarik 541 Ribu Mobil di AS
Rincian Tarif SWDKLLJ 2025, Dari Motor hingga Truk
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
