Pertambangan Nikel: Pilar Transisi Energi Indonesia 2026
Gambar atau konten salah?
Sabtu, 23 Mei 2026, Bernardus Irmanto, Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk (INCO), tampil di Jogja Financial Festival dan mengangkat topik yang sering diperdebatkan: bagaimana industri pertambangan dipandang publik.
Ia memulai dengan menegaskan bahwa nikel dan mineral lain memiliki peran penting dalam transisi energi. "Nikel kemudian ada beberapa mineral lain itu digunakan untuk mendorong agenda transisi energi, jadi tujuannya baik. Tapi pertambangannya sendiri seringkali dinarasikan sebagai industri yang sangat destruktif. Kemudian industri destruktif ini yang menyebabkan pertambangan ini itu mendapatkan stigma yang negatif," ujarnya.
Selanjutnya, Irmanto menyoroti dampak stigma tersebut. "Pertambangan itu mendapatkan stigma yang negatif, kemudian mendapatkan sorotan, dan kemudian juga mendapatkan penalti-penalti yang menurutnya tidak sepenuhnya fair," ia katakan, menekankan bahwa sanksi seringkali tidak sebanding dengan kontribusi industri.
Ia menjelaskan bahwa pertambangan mendukung sektor lain, khususnya agrikultur dan perumahan. Pupuk yang diproduksi dari hasil tambang memberi nutrisi bagi tanaman, sementara besi dan nikel menjadi bahan baku bangunan. “Agrikultur membutuhkan pupuk yang diproduksi menggunakan salah satu hasil tambang. Sementara pembangunan gedung dan perumahan, biasanya membutuhkan produk nikel hingga besi,” jelasnya.
Menurut Irmanto, persepsi publik perlu diubah. "Narasi yang harus diperbaiki, walaupun memang betul tambang ini mengubah landscape lingkungan. Tetapi tanpa tambang, menurut saya pribadi, alokasi daratan itu menjadi lebih buruk," tambahnya.
Ia menutup dengan menyoroti pentingnya mineral dalam mengatasi perubahan iklim. "Mineral itu diperuntukan untuk meningkatkan kehidupan manusia secara khusus dalam agenda transisi energi memperbaiki atau membantu mengatasi isu-isu climate changes," ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa hanya 1% darat di dunia yang menjadi lokasi bukaan tambang, sementara bukaan terbesar daratan dipakai untuk agrikultur dan perumahan.
Secara keseluruhan, Irmanto menegaskan bahwa pertambangan, meski sering disalahpahami, tetap menjadi tulang punggung pembangunan dan transisi energi di Indonesia. Ia menyerukan perubahan narasi agar kontribusi positif industri ini lebih diakui.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
