Pertamina Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi di Jawa Timur

Dewi M. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 67 dibaca
Bisik.id
Pertamina Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi di Jawa Timur

Gambar atau konten salah?

18 April 2026 menandai perubahan signifikan di pasar bahan bakar di Indonesia. Setelah berhasil menstabilkan tarif BBM di tengah krisis energi, PT Pertamina (Persero) secara resmi menaikkan harga beberapa jenis BBM non‑subsidi di seluruh wilayah.

Dalam pengumuman resmi, Pertamina menyatakan, “PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) Umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen Nomor 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar,” mengutip pengumuman Pertamina, Senin, 20 April 2026.

Keputusan tersebut menegaskan bahwa penyesuaian harga dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebijakan pemerintah. Penerapan formula baru ini bertujuan menyesuaikan harga jual eceran dengan fluktuasi harga minyak mentah dunia, sehingga harga BBM menjadi lebih transparan dan responsif terhadap kondisi pasar global.

Di Jawa Timur, penyesuaian harga terlihat paling mencolok pada produk BBM non‑subsidi. Pertamax Turbo (RON 98) melonjak menjadi Rp 19.400 per liter, naik dari Rp 13.100 per liter sebelumnya. Dexlite juga mengalami kenaikan, kini Rp 23.600 per liter dibanding Rp 14.200 per liter sebelumnya. Pertamina Dex, produk diesel premium, naik menjadi Rp 23.900 per liter dari Rp 14.500 per liter.

Berbeda dengan produk non‑subsidi, Pertalite tetap stabil. Harga Pertalite di Jawa Timur masih berada di Rp 10.000 per liter. Produk lain yang tidak mengalami kenaikan meliputi Pertamax (RON 92), Pertamax Green 95, dan Solar subsidi.

Daftar Harga BBM Jatim Terbaru April 2026

  • Pertamax Turbo: Rp 19.400 per liter
  • Pertamax Green 95: Rp 12.900 per liter
  • Pertamax: Rp 12.300 per liter
  • Pertalite: Rp 10.000 per liter
  • Pertamina Dex: Rp 23.900 per liter
  • Dex Lite: Rp 23.600 per liter
  • Pertamina Biosolar: Rp 6.800 per liter

Penerapan kenaikan harga juga terlihat di SPBU milik BP-AKR. Pada Sabtu, 18 April 2026, harga BP Ultimate Diesel di SPBU BP kawasan Harapan Indah, Bekasi Barat, ditetapkan Rp 25.560 per liter. Ini merupakan kenaikan sebesar Rp 10.940 per liter dari Rp 14.620 per liter pada awal April 2026.

Meski Pertalite masih aman, pemerintah menegaskan bahwa penyesuaian harga BBM non‑subsidi belum tentu berhenti di sini. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan, “Kalau yang untuk BBM nonsubsidi, itu ada penyesuaian harga. Tahap pertama mungkin sekarang dilakukan seperti sekarang. Tahap berikutnya kita lihat penyesuaian. Kalau harganya turun, ya tidak naik,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin, 20 April 2026.

Ia menambahkan, “Karena kan yang bisa pemerintah jamin itu kan adalah harga subsidi. Dan, itu kan Peraturan Menteri ESDM tahun 2022 kan sudah jelas itu ada formulasinya. Kalau subsidi sampai dengan harga ICP dunia US$ 100 tidak akan naik,” ujar Bahlil.

Dengan kebijakan tersebut, pemerintah menegaskan bahwa harga BBM subsidi tetap dijaga di bawah batas tertentu, sementara harga non‑subsidi akan terus disesuaikan sesuai kondisi pasar minyak dunia. Kenaikan harga yang telah terjadi menunjukkan bahwa pemerintah bersedia menyesuaikan tarif bila diperlukan, namun tetap menjaga stabilitas harga bagi konsumen yang bergantung pada BBM subsidi.

harga BBMPertaminaKepmen ESDMPenyesuaian hargaPertamax TurboBP-AKRKebijakan subsidiKrisis energi

Komentar

Memuat komentar...