PGN dan INPEX Sepakati Penyerapan LNG Blok Masela
Gambar atau konten salah?
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), yang berfungsi sebagai Subholding Gas Pertamina, telah menandatangani kesepakatan prinsip komersial dengan INPEX CORPORATION (INPEX) mengenai penyerapan (offtake) LNG dan gas bumi dari Proyek Abadi LNG, Blok Masela. Kesepakatan ini resmi disepakati di Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 20 Mei 2026.
Direktur Utama PGN, Arief K. Risdianto, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen PGN untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber gas domestik guna memenuhi kebutuhan pelanggan. Ia juga menekankan peran Pertamina Group dalam menyediakan energi dan membangun ketahanan energi nasional. “Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen nyata PGN dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber gas domestik untuk kebutuhan pelanggan, sekaligus sebagai bagian dari Pertamina Group dalam perannya memenuhi kebutuhan energi dan pondasi ketahanan energi nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada 21 Mei 2026.
Melalui kesepakatan ini, PGN dan INPEX, bersama operator Blok Masela, akan melanjutkan kerja sama ke tahap Perjanjian Jual Beli (Sale and Purchase Agreement/SPA) yang mengikat untuk pasokan LNG dan gas bumi. PGN berperan sebagai pembeli domestik, mempercepat proses Proyek Abadi LNG menuju Keputusan Investasi Akhir. Selain itu, sinergi antara PT Pertamina Hulu Energi (PHE) di sisi hulu dan PGN di sisi hilir memperkuat struktur internal Holding Migas Pertamina. Kolaborasi hulu-hilir ini memastikan sumber energi domestik dapat dinikmati secara optimal oleh masyarakat dan industri nasional.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber daya alam domestik, mendukung pertumbuhan ekonomi, dan menjawab tantangan transisi energi. Gas bumi diposisikan sebagai energi transisi yang lebih ramah lingkungan. Dengan volume cadangan gas Blok Masela yang sangat besar, kerja sama ini diproyeksikan menjaga stabilitas pasokan energi bersih di Indonesia dalam jangka panjang. Hal ini juga memperkokoh posisi Pertamina Group sebagai pilar utama ketahanan energi nasional, kata Risdianto.
Keseluruhan, kesepakatan ini menandai langkah konkret dalam memperkuat jaringan energi domestik, meningkatkan efisiensi pasokan, dan menegaskan komitmen perusahaan terhadap keamanan energi nasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz