Polisi Evakuasi 11 Bayi dari Rumah Bidan di Sleman

Nurul H. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 93 dibaca
Bisik.id
Polisi Evakuasi 11 Bayi dari Rumah Bidan di Sleman

Gambar atau konten salah?

Polisi mengevakuasi sebelas bayi dari rumah bidan di Kalurahan Hargobinangun, Pakem, Sleman pada 11 Juni 2026.

Setelah penyelidikan, polisi menemukan bahwa semua bayi tersebut merupakan hasil hubungan di luar nikah. “Ya, untuk bayi ini mayoritas memang, terus terang, di luar pernikahan,” ujar Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Mateus Wiwit Kustiyadi.

AKP Mateus mengaku awalnya menerima kabar tentang 11 bayi yang dirawat di rumah bidan tersebut. Ia menelusuri lebih lanjut dan mengetahui bahwa bayi‑bayi itu dilahirkan dengan bantuan bidan berinisial ORP di wilayah Bayuraden, Gamping.

“Bayi itu dilahirkan di bidan di (Bayuraden gamping) itu. Bidan, salah satu bidan di sana,” kata Wiwit.

Awalnya hanya satu ibu yang menitipkan bayinya karena alasan tertentu. Namun situasi berkembang hingga total ada sebelas bayi yang dititipkan. “Si ibunya, yang pertama itu menitipkan kepada bidan tersebut untuk mungkin karena kemanusiaan, dan alasan tertentu dari yang menitipkan itu, bisa diterima oleh bidan itu,” jelasnya.

Hasil pemeriksaan menunjukkan para orang tua bayi tersebut berstatus mahasiswa dan pekerja. “Ada yang bekerja, ada yang masih mahasiswa,” tambahnya.

Rumah di Pakem hanya digunakan sementara selama sekitar satu minggu, karena rumah utama di Gamping sedang ada kegiatan keluarga.

Rentang usia bayi yang dievakuasi mulai dari satu bulan hingga sepuluh bulan. Tiga bayi sempat dirawat di rumah sakit karena penyakit jantung bawaan, hernia, dan kuning. Dua di antaranya kini sudah membaik.

Kasus ini menyoroti peran bidan dalam situasi darurat dan upaya polisi untuk memastikan kesejahteraan bayi yang terlibat.

PolisibayibidanKalurahan HargobinangunSlemanhubungan di luar nikahMahasiswa

Komentar

Memuat komentar...