Polri Tertib Anak Jalanan Di Jembatan Ampera Fokus Pembinaan

Bayu K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 99 dibaca
Bisik.id
Polri Tertib Anak Jalanan Di Jembatan Ampera Fokus Pembinaan

Gambar atau konten salah?

Kepolisian menertibkan sejumlah anak jalanan yang viral menghirup lem di kawasan Jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan. Langkah tersebut bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Sonny Mahar Budi Adityawan, menegaskan bahwa penanganan lebih mengedepankan pembinaan dan perlindungan daripada penegakan hukum semata. "Kami langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Palembang dan pihak keluarga agar proses penanganan berjalan sesuai prosedur perlindungan anak. Polri hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan generasi muda terlindungi dari pengaruh negatif lingkungan dan zat adiktif," kata Sonny.

Penertiban dimulai setelah video beredar di media sosial Instagram melalui akun 'Abang Taun'. Video menunjukkan sejumlah remaja di atas Jembatan Ampera diduga menghirup lem perekat merek Aibon. Aksi ini mendapat perhatian luas karena dianggap membahayakan keselamatan anak dan mengganggu ketertiban di ikon wisata kota.

Menindaklanjuti laporan viral, personel Polsek Ilir Timur I Polrestabes Palembang melakukan patroli dan penyisiran di sekitar Pasar 16 Ilir serta area bawah Jembatan Ampera pada 26 Mei 2026 sekitar pukul 17.22 WIB. Dari kegiatan tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah anak di bawah umur. Mereka kemudian dijalani pendataan, pemeriksaan awal, serta mendapatkan pembinaan dengan pendekatan persuasif.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Nandang Mu'min Wijaya menekankan pentingnya kerja sama antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, keluarga, dan masyarakat dalam melindungi anak dari pengaruh negatif lingkungan. "Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat dan perlindungan generasi muda. Setiap laporan masyarakat akan kami respons secara cepat, tepat, dan humanis," ujarnya. "Anak-anak ini harus diselamatkan melalui pembinaan bersama agar tidak terjerumus lebih jauh," sambungnya.

Polda Sumsel menegaskan akan terus merespons laporan masyarakat terkait persoalan sosial yang melibatkan anak-anak dengan pendekatan yang mengutamakan perlindungan dan pembinaan demi masa depan mereka.

Dalam konteks ini, upaya polisi tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan dan masa depan generasi muda. Pendekatan holistik ini menandai pergeseran prioritas dari sekadar penegakan hukum menjadi perlindungan dan pembinaan anak.

anak jalananlemJembatan AmperaPalembangKepolisianpembinaanperlindungan anak

Komentar

Memuat komentar...