Prabowo Rencanakan Konversi Semua Kendaraan ke Listrik 2027

Bima J. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 104 dibaca
Bisik.id
Prabowo Rencanakan Konversi Semua Kendaraan ke Listrik 2027

Gambar atau konten salah?

Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengungkapkan keinginannya agar semua kendaraan di Indonesia beroperasi dengan tenaga listrik. Ia menegaskan bahwa pemerintah sudah menyiapkan rencana konversi motor, mobil, truk, bahkan traktor menjadi kendaraan listrik.

Dalam sebuah tayangan di YouTube berjudul Presiden Prabowo Menjawab!!!, Prabowo menyampaikan, “Semua motor kita akan kita konversi menjadi motor listrik. Semua mobil, semua truk, semua traktor harus tenaga listrik jadi nanti orang kaya yang punya Lamborghini, Ferrari, silakan lo pakai bensin lo bayar aja harga dunia, mau USD 200.” Ia menambahkan, “Jadi nanti orang kaya yang punya Lamborghini, Ferrari, silakan lo pakai bensin lo bayar aja harga dunia, mau USD 200.”

Prabowo menekankan bahwa kendaraan listrik dapat menghemat pengeluaran. Ia menjabarkan bahwa penggunaan motor listrik dapat mengurangi biaya hingga 20 % dibandingkan motor berbahan bakar konvensional. Menurutnya, pemilik kendaraan konvensional akan menanggung kenaikan harga minyak dunia secara langsung.

Rencana ini juga terkait dengan peralihan energi ke tenaga surya. Prabowo menyatakan, “Tidak boleh ada lagi listrik dari diesel, terlalu mahal jadi kita sekira dalam waktu dekat 13 GW bisa kita adakan, very soon kita tidak akan pakai diesel-solar untuk listrik.” Ia menargetkan produksi listrik 13 GW dari sumber terbarukan dalam waktu dekat.

Program pemerintah terkait konversi motor listrik masih belum terdeteksi secara rinci. Namun kabarnya, skema subsidi yang akan diterapkan mirip dengan yang pernah diberlakukan tahun lalu. Biaya subsidi diperkirakan berada di kisaran Rp 5–6 juta per motor. Untuk mobil listrik, belum ada kepastian apakah subsidi akan berbentuk konversi atau skema berbeda.

Tahun lalu, pemerintah mempercepat transisi ke kendaraan listrik dengan memberikan subsidi berupa insentif PPN dan bebas bea masuk bagi mobil listrik yang diimpor secara utuh. Namun pada tahun ini, subsidi tersebut tampaknya tidak berlanjut. Hal ini dikarenakan beberapa produsen mobil sudah menyesuaikan harga produk mereka.

Prabowo menekankan bahwa peralihan ke kendaraan listrik tidak hanya mengurangi ketergantungan impor bahan bakar, tetapi juga menekan pengeluaran pemerintah. Ia berharap bahwa dengan dukungan kebijakan dan subsidi, masyarakat dapat beralih ke kendaraan listrik secara bertahap.

Inisiatif ini menandai langkah pemerintah menuju mobilitas berkelanjutan, sekaligus mengurangi emisi karbon dan biaya operasional kendaraan. Dengan skema subsidi dan target produksi listrik 13 GW, pemerintah berupaya menciptakan ekosistem kendaraan listrik yang lebih luas di Indonesia.

Kendaraan listrikPrabowo Subiantokonversi motorsubsidienergi terbarukan13 GWemisi karbon

Komentar

Memuat komentar...