Prabowo Serahkan Alutsista Rafale, Komitmen Pertahanan

Arif S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 83 dibaca
Bisik.id
Prabowo Serahkan Alutsista Rafale, Komitmen Pertahanan

Gambar atau konten salah?

Senin, 18 Juni 2026, Presiden Prabowo Subianto menyerahkan sejumlah alutsista kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Penyerahan ini menandai langkah baru pemerintah dalam memperkuat pertahanan negara.

Presiden menegaskan bahwa pemerintah bertekad menambah kekuatan pertahanan nasional di semua bidang: udara, darat, dan laut. Ia menyoroti pentingnya kesiapan menghadapi gejolak geopolitik global.

“Kita harus terus tingkatkan kekuatan pertahanan kita sebagai penangkal, sebagai deterrent. Kita tidak punya kepentingan selain untuk menjaga wilayah kita sendiri. Dalam waktu yang akan datang terus akan kita bangun kekuatan kita. Kita ingin mengamankan wilayah udara, wilayah laut, dan tentunya wilayah daratan kita,” ujar Prabowo di panggung Lanud.

Menanggapi pernyataan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan mendukung penuh komitmen penambahan kekuatan pertahanan. Ia menegaskan bahwa anggaran sudah tersedia dan telah disiapkan.

“Tahun depan ada. Tahun depannya lagi juga ada, tahun depan udah ada anggaran juga cukup besar. Jadi, kan di tengah uncertainty seperti sekarang yang dibilang presiden betul, kita harus jaga kemampuan pertahanan kita,” kata Purbaya dalam kesempatan berbeda di tempat yang sama.

Ketika ditanya rincian anggaran pertahanan, Purbaya enggan memberikan detail. Ia menyatakan bahwa urusan tersebut merupakan rahasia negara. Namun, ia menegaskan bahwa APBN mampu membiayai kebutuhan pertahanan tanpa mengganggu program pembangunan lainnya.

Defisit APBN dijamin tetap berada di bawah ambang batas 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Purbaya menegaskan bahwa defisit anggaran sudah dihitung di bawah 3% dan tidak perlu dikhawatirkan.

“Dengan ini saja sudah kita hitung defisit anggarannya di bawah 3%. Defisitnya di bawah 3%. Jadi, nggak usah khawatir. Semuanya udah kita hitung dengan baik, termasuk untuk MBG, untuk program-program yang lain tanpa mengganggu program pembangunan yang lain,” tegas Purbaya.

Alutsista yang diserahkan terdiri dari 6 pesawat Rafale, 4 Falcon 8X, dan 1 Airbus A400M Atlas MRTT. Selain pesawat, TNI juga menerima persenjataan Radar GCI GM403 serta rudal Air to Air Beyond Visual Range (BVR) Meteor dan Smart Weapon AASM Hammer yang merupakan bagian dari sistem senjata Rafale.

Penyerahan tersebut ditandai dengan pelepasan tirai logo Skadron Udara 12 di badan pesawat Rafale. Pemberian alutsista ini diharapkan meningkatkan kesiapan militer Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Senin, 18 Mei 2026, Presiden Prabowo Subianto kembali menyerahkan enam pesawat Rafale dan misil Prancis kepada TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, menegaskan komitmen berkelanjutan terhadap pertahanan negara.

Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia serius memperkuat pertahanan di semua bidang, sambil menjaga keseimbangan anggaran dan tetap menegakkan batas defisit APBN di bawah 3% dari PDB. Dengan alutsista baru dan dukungan keuangan, TNI diharapkan dapat lebih siap menghadapi tantangan keamanan di masa depan.

Prabowo SubiantoPenyerahan AlutsistaTNIAPBNDefisit 3%RafaleGeopolitik

Komentar

Memuat komentar...