Prabowo Tegaskan Perjalanan Luar Negeri Untuk Amankan Energi
Gambar atau konten salah?
Prabowo Subianto mengaku mendapat kritik karena sering bepergian ke luar negeri, meski sedang krisis ekonomi global akibat perang di Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa perjalanan itu dimaksudkan untuk mengamankan sumber energi baru, termasuk minyak mentah.
Dalam Rapat Kerja dengan Anggota Kabinet Merah Putih yang disiarkan secara daring di YouTube Sekretariat Presiden pada 08 April 2026, ia berkata:
"Dibilang Prabowo jalan-jalan ke luar negeri, senang jalan-jalan ke luar negeri. Saudara-saudara untuk amankan minyak ya gue harus ke mana-mana," ujarnya.
Prabowo mencontohkan kunjungannya ke Jepang, di mana ia memperoleh komitmen dukungan pemerintah Negeri Sakura untuk meningkatkan produksi energi di Indonesia. Ia berencana melakukan kunjungan serupa ke negara lain demi menjamin ketahanan energi domestik.
Selama pertemuan tersebut, ia menambahkan:
"Kita ke Jepang kemarin ya, kita dapat. Nih saya berangkat lagi nih, aku mau berangkat lagi ke sebuah negara. Nanti begitu aku berangkat kau tahu ke mana, amankan juga," katanya.
Ia juga menegaskan keyakinannya:
"Jadi saya nih confident, nggak ada itu, bagi saya Indonesia gelap itu nggak ada. Indonesia cerah di saat banyak negara susah," ujarnya.
Prabowo mengungkapkan bahwa saat kunjungannya ke Jepang pekan lalu, ia secara tegas meminta pemerintah Jepang mendorong proyek migas raksasa di Blok Masela di perairan Maluku. Proyek tersebut selama ini mandek dan ia berharap dapat segera beroperasi. Ia menyampaikan hal ini dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Istana Akasaka, Tokyo, pada 31 Maret 2026.
Ia menegaskan:
"Kami menyambut baik perusahaan korporasi Jepang Inpex yang berinvestasi di proyek gas abadi di Blok Masela. Kita setelah penundaan yang cukup panjang kita berharap ini bisa segera terwujud," kata Prabowo dalam keterangan tertulis, dikutip pada 01 April 2026.
Selain Blok Masela, ia berjanji akan mempercepat birokrasi untuk proyek-proyek energi hijau Jepang di Indonesia. Ia menilai penguatan inisiatif Asia Zero Emission Community sangat penting. Ia menyebut beberapa proyek yang akan dipercepat urusan birokrasinya, misalnya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla dan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Legok Nangka.
Ia menegaskan lagi:
"Kami juga akan mendorong Asia Zero Emission Community di mana perusahaan-perusahaan Jepang terlibat di Indonesia dan kami akan mempercepat dan membantu debottlenecking proyek-proyek yang ada, sebagai contoh Legok Nangka maupun Sarulla," ungkapnya.
Prabowo menekankan bahwa langkah-langkah ini bertujuan menjaga ketersediaan energi bagi Indonesia, sekaligus mendukung negara lain yang sedang mengalami kesulitan. Dengan mengedepankan kerja sama internasional, ia berharap Indonesia dapat tetap stabil dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
