Presiden Kepulauan Canary Tolak Penumpang Kapal MV Hondius

Teguh A. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 76 dibaca
Bisik.id
Presiden Kepulauan Canary Tolak Penumpang Kapal MV Hondius

Gambar atau konten salah?

Presiden Kepulauan Canary menegaskan bahwa ia tidak akan mengizinkan penumpang kapal pesiar MV Hondius turun di wilayahnya. Ia menolak rencana yang diumumkan oleh Perdana Menteri Spanyol untuk mengizinkan kapal tersebut berlabuh.

Menurut Fernando Clavijo, pemimpin kepulauan, ia tidak akan mengorbankan keselamatan penduduk Kepulauan Canary dengan membiarkan awak dan penumpang MV Hondius menjalani pemeriksaan medis saat berlabuh. Saat ini, wabah virus yang ditularkan lewat hewan pengerat telah mengakibatkan delapan suspek. Dari mereka, tiga telah dikonfirmasi melalui pengujian laboratorium, kata WHO.

Penolakan Clavijo bertentangan dengan pengumuman Kementerian Kesehatan Spanyol pada 5 Mei 2023, yang menyatakan bahwa kedatangan kapal akan tetap berlangsung. Pihak Spanyol menegaskan bahwa mereka memiliki kewajiban moral dan hukum untuk membantu orang-orang ini, termasuk warga negara Spanyol. Mereka juga mengatakan bahwa awak kapal dan penumpang akan diperiksa, dirawat, dan dipindahkan ke negara masing-masing dengan benar. Namun, Clavijo menolak keputusan tersebut.

Dalam wawancara radio COPE Spanyol, Clavijo menjelaskan bahwa langkah itu berbeda dari hasil pembahasan dalam pertemuan teknis pada 5 Mei 2023. Saat itu, otoritas kesehatan Kepulauan Canary sepakat bahwa kapal tidak akan merapat ke wilayah mereka. Ia menjelaskan bahwa prosedur awalnya adalah mengevakuasi pasien hantavirus menggunakan ambulans udara, sementara penumpang lainnya tetap berada di kapal dan dipulangkan ke negara asal kapal, Belanda.

"Saya tidak bisa mengizinkannya masuk ke Kepulauan Canary," kata Clavijo. Oceanwide Expeditions, yang mengoperasikan MV Hondius, menyatakan bahwa tujuan yang direncanakan untuk kapal tersebut setelah singgah di Cape Verde masih tetap di Kepulauan Canary.

Pada 6 Mei 2023, tiga penumpang yang diduga terinfeksi hantavirus dievakuasi di Cape Verde dan sedang dalam perjalanan ke Belanda untuk menerima perawatan medis. Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan bahwa risiko kesehatan masyarakat secara keseluruhan tetap rendah.

Clavijo berpendapat bahwa pemeriksaan yang direncanakan di Kepulauan Canary bisa dilakukan di Cape Verde, tempat kapal itu berada pada pagi hari 6 Mei 2023. Ia bertanya, "Mengapa harus membuat para penumpang ini melakukan perjalanan tiga hari ke Kepulauan Canary untuk melakukan hal yang sama di sini yang dapat mereka lakukan di Cape Verde?"

Clavijo juga meminta pertemuan mendesak dengan Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, terkait perselisihan tersebut. Ia menegaskan, "Saya tidak akan secara membabi buta membahayakan keselamatan Kepulauan Canary dengan pemerintah yang tidak bertindak loyal."

Situasi ini menyoroti ketegangan antara kepentingan kesehatan publik di Kepulauan Canary dan kebijakan pemerintah Spanyol. Keputusan Clavijo menegaskan komitmen daerah tersebut untuk melindungi penduduknya, sementara Spanyol tetap berusaha memfasilitasi penanganan pasien. Perbedaan pandangan ini mencerminkan tantangan koordinasi antara otoritas lokal dan pusat dalam menghadapi wabah yang berpotensi meluas.

Kepulauan CanaryMV HondiusHantavirusSpanyolWHOEvakuasiCape Verde

Komentar

Memuat komentar...