Pria Makan Kentang Goreng di Perpustakaan Singapura Viral
Gambar atau konten salah?
Pria di Singapura melakukan aksi nekat dengan makan di dalam perpustakaan, dan kejadian ini menjadi viral setelah direkam oleh seorang netizen. Aksi yang tampak biasa, yakni memakan makanan di tempat umum, menjadi kontroversial karena perpustakaan memiliki aturan ketat: tidak boleh mengonsumsi makanan atau minuman, serta harus menjaga ketenangan.
Video pertama kali muncul pada 20 April 2025 di Choa Chu Kang Library. Pada pukul 19:25 waktu setempat, pria yang identitasnya tidak diketahui duduk di sebuah meja, melipat kedua kakinya, dan melahap kentang goreng dalam porsi besar. Ketika seorang petugas mendekat untuk mengusirnya, pria tersebut bersikap acuh dan terus melanjutkan makan.
Netizen yang merekam video tersebut mengungkapkan:
"Dia makan kentang goreng dengan porsi besar di dalam perpustakaan. Ketika salah satu petugas mendekati dan mengusirnya, ia bersikap acuh dan justru lanjut makan," ujar pemilik rekaman.
Pria tersebut tidak meninggalkan perpustakaan hingga pukul 9 malam. Selama hampir sepuluh jam, ia tetap berada di dalam ruangan, menghabiskan makanan tanpa menghiraukan orang lain.
Aksi ini ternyata bukan kejadian pertama. Pada tahun yang sama, ada dua insiden lain yang menunjukkan pria yang sama melakukan hal serupa di perpustakaan yang sama. Seorang netizen bernama Jian Wei menangkap rekaman ketika pria tersebut sedang makan durian di dalam perpustakaan.
Ketika petugas keamanan mendekat, pria tersebut kembali mengabaikan perintah. Sebagai respons, National Library Board Singapura menegaskan:
"Kami sudah melakukan aksi untuk melakukan pengawasan. Kami juga telah menambah personil keamanan untuk kedepannya. Jika perilaku merusak ini kembali terulang, ia akan dilarang masuk untuk selamanya," ujar perwakilan board.
Perpustakaan enggan memberikan tanggapan lebih lanjut, namun fakta menunjukkan bahwa keamanan di fasilitas tersebut sedang ditingkatkan. Aksi berulang pria tersebut menyoroti pentingnya penegakan aturan di ruang publik, terutama di tempat yang menuntut ketenangan dan kebersihan. Dengan menambah personil keamanan, pihak perpustakaan berharap dapat mencegah pelanggaran serupa di masa depan, sekaligus menjaga lingkungan belajar yang kondusif bagi semua pengunjung.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kusuka Kembali di Jakarta Fair 2026, Hadir Tas Edisi Spesial
Warung Nasi Lemak di Sungai Bayor: 30 Tahun Harga Tetap 4 Ribu
Belong Coffee di Klungkung Viral Tanpa Influencer, Menjadi Destinasi Keluarga
Nasi Bakar Liwet Derajat Jadi Trend Ciledug Tangerang
Jamie Tan MasterChef: Roti Canai Metode Kontroversial
SU MA Jakarta Selenggarakan ‘Passage’ dengan Chef Baru
Berita Terbaru
Bazar Buku Internasional di Palembang Tawarkan Promo Besar
Polres Karawang Gelar Binrohtal dan Doa Hari Bhayangkara
Indonesia Kalah 0‑1 di Semi AFF U‑19, Australia Ke Final
Arema FC Sempat Kehilangan Dalberto, Penyerang Brasil Berangkat
Australia 1-0 Indonesia: U-19 Kalah, Raih Final AFF 2026
Mbappe Target Rekor Piala Dunia 2026: Gol Lima dan Sejarah
Insta360 Lepas Luna Ultra 10 Juni 2026, Tantang DJI
Inna Sri Sugiati: Asinan Niekting UMKM Ramah Lingkungan
