Psikolog Ungkap Gangguan Tidur Pemicu Emosi Usai Nonton Bola
Gambar atau konten salah?
Menonton pertandingan sepak bola seharusnya menjadi hiburan yang menyenangkan. Namun kenyataannya, tidak sedikit orang justru merasa kesal seharian setelah laga berakhir. Kekalahan tim favorit sering menjadi penyebab utama. Tapi ada faktor lain yang tidak kalah menjengkelkan, seperti keputusan wasit yang dianggap tidak adil.
Perasaan kecewa ini tidak selalu datang dari hasil akhir pertandingan. Drama yang terjadi di luar lapangan sering memicu perdebatan sengit di media sosial. Jika terus diikuti, perdebatan itu bisa menguras tenaga dan emosi secara berlebihan.
Psikolog klinis dari Siloam Heart Hospital, Sriana Sihombing, S.Psi, M.M, M.Psi, mengatakan bahwa perubahan suasana hati setelah menonton bola adalah hal yang wajar. Terutama pada turnamen bergengsi seperti Piala Dunia. Ia menjelaskan bahwa ada beberapa penyebab utama di balik perubahan emosi ini.
Salah satu faktor yang paling berpengaruh adalah gangguan pola tidur. Ketika jadwal tidur berantakan, kemampuan otak untuk mengatur emosi ikut terganggu. "Mood itu dipengaruhi oleh pola tidur yang sehat. Pola tidur itu kenapa harus sehat? Karena mempengaruhi prefrontal cortex, sama hipokampus. Merekalah yang mengelola emosi kita," ujar Ana, sapaan akrabnya, saat berbincang di Cinere, Depok, pada 4 Juli 2026.
Ia menambahkan bahwa kombinasi antara kurang tidur dan kekalahan tim kesayangan menjadi pemicu utama. "Sudah tidurnya kurang, sudah gitu tim idolanya kalah, akhirnya emosinya benar-benar berantakan. Ya, pasti itu berpengaruh," jelasnya.
Perubahan emosi setelah menonton sepak bola sebenarnya adalah respons alami. Namun penting untuk menyadari bahwa pola tidur yang buruk bisa memperparah keadaan. Mengelola ekspektasi dan menjaga istirahat cukup bisa menjadi cara sederhana untuk menghindari suasana hati yang buruk setelah pertandingan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
15 Menit Jalan Cepat Sehari Turunkan Risiko Kematian 20%
5 Makanan Pemicu Kanker Mulut Selain Rokok
Kanker di Indonesia Diprediksi Melonjak 70% pada 2050
6 Gangguan Tidur yang Ternyata Tanda Diabetes
7 Makanan Ini Bantu Cegah Kram Otot
7 Pose Yoga Sebelum Tidur, Bantu Redakan Stres dan Perbaiki Kualitas Istirahat
Berita Terbaru
Andre Taulany Ikut Gym Karena Anaknya
Haaland Gagal Total, Norwegia Tersingkir
Paolo Maldini Resmi Jadi Direktur Teknik Timnas Italia
Transmart Diskon Kulkas Polytron Sampai Rp8,3 Juta
TKA 2026: Soal Matematika Dikurangi, Pendaftaran 27 Juli
ILO: 80 Juta Pekerja ASEAN Terbantu AI
12 Juli: Hari Koperasi Nasional ke-79
Argentina vs Swiss: Laga Hidup-Mati di Babak 8 Besar Piala Dunia
