PSSI Longgarkan Larangan Suporter Away
Gambar atau konten salah?
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan bahwa federasi sedang mempertimbangkan untuk melonggarkan aturan yang melarang suporter tim tamu hadir di stadion. Rencananya, larangan ini akan dihapus secara bertahap.
Aturan larangan suporter away sudah berlaku sejak Tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022. Akibatnya, pertandingan Liga 1 musim 2022/23, 2023/24, 2024/25, dan 2025/26 berlangsung tanpa kehadiran suporter dari tim lawan.
Seiring berjalannya waktu, banyak suporter yang mulai mengabaikan aturan tersebut. Mereka tetap nekat datang ke stadion saat tim kesayangannya bertanding tandang. Namun, tindakan ini justru merugikan kedua klub—baik tuan rumah maupun tim tamu—karena mereka harus membayar denda kepada Komite Disiplin (Komdis) PSSI.
Hampir setiap pekan, klub-klub harus merogoh kocek untuk membayar denda. Entah itu karena suporter mereka sendiri yang datang ke laga tandang, atau karena mereka "menerima" suporter lawan di kandang sendiri. Kondisi ini jelas memberatkan klub. Suporter pun keberatan karena klub kesayangan mereka terus-menerus kena denda.
Tekanan untuk mencabut aturan ini sudah sering muncul. Setelah beberapa kali bertahan, PSSI akhirnya mulai membuka pintu untuk menghapus larangan tersebut.
"Liga (I.League) kemarin sudah presentasi ke kami ke PSSI, bahwa ada nanti kelenturan mengenai supporter away. Tetapi ada catatan. Tentu klub harus bertanggung jawab secara menyeluruh. Karena tidak mudah melobi FIFA," kata Erick Thohir di Jakarta, Senin 06 Juli 2026.
"Artinya, saya sudah ingatkan liga bahwa PSSI sudah berupaya, FIFA terbuka, dan saya minta liga dan klub bertanggung jawab dengan tadi keputusannya kalau ini ada away dan sewaktu-waktu itu bisa dicabut kembali," ujarnya menambahkan.
Erick Thohir melanjutkan, penghapusan regulasi ini masih dianggap berisiko. Pasalnya, kericuhan antar suporter masih sering mewarnai pertandingan-pertandingan sepak bola di Indonesia.
Ia berharap para suporter bisa mematuhi aturan yang berlaku. Jika diberikan kepercayaan untuk hadir di laga tandang, suporter harus bisa membuktikan diri untuk tertib di stadion.
"Kami harus bisa pastikan semua suporter bisa pulang ke rumah dengan selamat. Dan sangat sedih kalau kita lihat kasus kekerasan itu di Indonesia makin tinggi hari ini," ucap Erick Thohir.
Intinya, PSSI ingin mencabut larangan suporter away, tapi dengan syarat klub dan suporter harus bertanggung jawab penuh. FIFA juga sudah memberikan lampu hijau, namun jika terjadi kerusuhan, aturan ini bisa diberlakukan kembali kapan saja. Ini adalah langkah maju, tetapi masih ada kekhawatiran soal keamanan di stadion.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ødegaard: Norwegia Kurang Beruntung Lawan Inggris
Harga Tiket Perempatfinal Piala Dunia Anjlok, AS dan Portugal Tersingkir
Pelukis Lamongan Banjir Order Lukisan Messi-Ronaldo
Empat Tim Pastikan Tiket Semifinal Piala Dunia 2026
Argentina ke Semifinal usai Swiss Kena Kartu Merah
N'Golo Kante Tersenyum, Meski Menit Bermain Nol di Piala Dunia 2026
Berita Terbaru
Garuda Indonesia Ubah Sistem Bagasi per 1 September 2026
Marc Marquez Pole di MotoGP Jerman, Bezzecchi Cedera
Warga Malang Mulai Borong Alat Tulis Jauh Sebelum Sekolah
Ledakan Toko Bangunan di Purwakarta, Satu Tewas
Prabowo: 3-4 Tahun Lagi RI Bisa Hasilkan Bensin dari Tanaman
PS Bhayangkara Polda Babel Juara Umum Silat IPSI Cup
Sensus Ekonomi Aceh Capai 50 Persen, Tertinggi Nasional
Bos Robbak Bon Utang Karyawan, Restoran Malah Makin Laris
