PT PP Turunkan ESG Score 32,3, Menunjukkan Risiko Rendah

Dwi H. · 2 min baca · 28 hari lalu · 57 dibaca
Bisik.id
PT PP Turunkan ESG Score 32,3, Menunjukkan Risiko Rendah

Gambar atau konten salah?

PT PP (Persero) Tbk, perusahaan konstruksi dan investasi yang berada di bawah Danantara Indonesia, mengumumkan bahwa skor ESG Risk Rating 2025 yang diberikan oleh Sustainalytics menurun menjadi 32,3. Penurunan skor ini berarti risiko ESG perusahaan semakin terkendali, karena dalam sistem Sustainalytics skor lebih rendah menandakan risiko lebih rendah.

Nilai ini melanjutkan tren peningkatan yang konsisten selama tiga tahun terakhir. Pada 2023 skor perusahaan berada di 39,5, kemudian turun menjadi 36,9 pada 2024, dan akhirnya mencapai 32,3 pada 2025. Perbaikan bertahap ini mencerminkan penguatan sistem manajemen risiko, tata kelola, dan integrasi prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnis.

Joko Raharjo, Corporate Secretary PTPP, menegaskan bahwa peningkatan skor merupakan bagian dari transformasi terstruktur yang dijalankan secara berkelanjutan. Ia menulis, “Perbaikan skor Sustainalytics ini menunjukkan bahwa ESG telah terintegrasi dalam manajemen risiko dan strategi bisnis PTPP. Kami memastikan setiap proyek tidak hanya memenuhi standar kualitas konstruksi, tetapi juga memperhatikan aspek tata kelola, keselamatan, serta dampak lingkungan dan sosial.” Pernyataan ini dibuat pada 6 Mei 2026.

Industri konstruksi memiliki risiko lingkungan dan sosial yang tinggi. Emisi karbon, pengelolaan limbah, keselamatan kerja, dan tata kelola rantai pasok menjadi contoh risiko tersebut. Untuk mengatasi hal ini, PTPP memulai transformasi melalui beberapa inisiatif strategis, antara lain:

• Pembentukan Komite ESG di tingkat korporasi
• Implementasi Roadmap ESG 2024‑2028
• Integrasi ESG ke dalam Enterprise Risk Management (ERM)
• Penerapan prinsip Green Construction secara sistematis
• Digitalisasi monitoring melalui dashboard ESG dan GREENV Platform

Joko menambahkan, “Pendekatan berbasis data dan sistem manajemen terintegrasi menjadi fondasi utama dalam memastikan konsistensi implementasi di seluruh lini operasional.” Ia juga menekankan bahwa ESG dianggap sebagai bagian dari sistem pengelolaan risiko perusahaan, memungkinkan identifikasi, mitigasi, serta evaluasi kinerja keberlanjutan secara terukur dan transparan.

Menjelang tahun 2026, PTPP menargetkan perluasan implementasi ESG ke entitas anak usaha. Langkah ini meliputi penguatan pengukuran emisi Scope 1, 2, dan 3, serta peningkatan efisiensi energi dan material di proyek-proyek strategis. Semua inisiatif ini selaras dengan penguatan tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel, serta komitmen menciptakan nilai jangka panjang bagi pemangku kepentingan.

Dengan tren perbaikan yang konsisten, PTPP terus memperkuat posisinya sebagai perusahaan konstruksi yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan risiko terintegrasi. Perusahaan menegaskan bahwa ESG bukan sekadar slogan, melainkan bagian integral dari setiap keputusan bisnis.

Secara keseluruhan, penurunan skor ESG Risk Rating menunjukkan kemajuan nyata dalam menurunkan risiko lingkungan, sosial, dan tata kelola. Langkah-langkah yang diambil oleh PTPP menandai komitmen jangka panjang untuk mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam setiap aspek operasional dan strategi perusahaan.

ESGSustainalyticsPT PPskor ESGrisikokeberlanjutankonstruksi

Komentar

Memuat komentar...