PT WIKA Ganti Direktur Utama: I Ketut Pasek Senjaya Putra
Gambar atau konten salah?
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, perusahaan konstruksi besar di Indonesia, mengumumkan perubahan susunan pengurus yang mencakup dewan komisaris dan direksi.
Direktur Utama baru adalah I Ketut Pasek Senjaya Putra, menggantikan Agung Budi Waskito. Direktur Keuangan menjadi Mulyadi, menggantikan Sumadi.
Vera Kirana ditunjuk sebagai Direktur Manajemen Risiko dan Legal, menggantikan Fafan Khoirul Fanani.
"Keluarga besar PT Wijaya Karya (Persero) Tbk mengucapkan selamat bertugas kepada jajaran Direksi dan Dewan Komisaris yang menerima amanah baru," tulis manajemen WIKA lewat unggahan Instagram @ptwijayakarya, Selasa, 12 Mei 2026.
WIKA mengucapkan terima kasih kepada Jarot Widyoko, Komisaris Utama sebelumnya, Rusmanto, Komisaris Independen, dan Firdaus Ali, Komisaris.
"Serta menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran Direksi dan Dewan Komisaris sebelumnya atas dedikasi serta kontribusi yang telah diberikan bagi WIKA. Semoga kepengurusan yang baru dapat membawa WIKA terus tumbuh, memberikan kinerja terbaik, dan melangkah berkelanjutan ke depan," ujar WIKA.
- Komisaris Utama: Apri Artoto
- Komisaris: Suwarta
- Komisaris Independen: Adityawarman
- Komisaris Independen: Suryo Hapsoro Tri Utomo
- Komisaris Independen: Harris Arthur Hedar
- Direktur Utama: I Ketut Pasek Senjaya Putra
- Direktur Operasi I: Hananto Aji
- Direktur Operasi II: Sonny Setyadhy
- Direktur Manajemen Risiko dan Legal: Vera Kirana
- Direktur Keuangan: Mulyadi
- Direktur SDM & Transformasi: Hadjar Seti Adji (acd/acd)
Perubahan kepengurusan ini diharapkan memperkuat struktur perusahaan dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
