PU Alokasikan Rp21 Miliar Renovasi Pura Mangkunegaran
Gambar atau konten salah?
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan Rp 21 miliar untuk renovasi zona inti Pura Mangkunegaran di Solo pada tahun 2026. Anggaran ini dimaksudkan untuk melestarikan arsitektur bersejarah di cagar budaya tersebut. Proyek ini menargetkan area seluas 22.000 meter persegi yang menjadi jantung istana Mangkunegaran.
“Zona inti ini dimulai dari pendopo, pringgitan, dalem ageng, serta gedung-gedung fungsional di sekelilingnya. Namun perlu digarisbawahi, ini adalah bangunan heritage,” kata Plt Direktur Jenderal Cipta Karya, Chandra Situmorang, dalam keterangan tertulis. Ia menegaskan bahwa pemugaran ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Menteri PU Dody Hanggodo untuk berkolaborasi dengan pihak Mangkunegaran.
“Kita tidak bisa dan tidak akan merombaknya secara signifikan. Kita hanya melakukan refresh, perbaikan arsitektural, dan perkuatan struktur penyangga,” ujarnya. Chandra menekankan bahwa proses rehabilitasi tidak akan dilakukan secara langsung, melainkan secara bertahap. Ia menambahkan bahwa setiap tahapan restorasi Pura Mangkunegaran akan mematuhi prinsip kehati-hatian tingkat tinggi.
“Kita sangat berhati-hati memetakan mana yang bisa disentuh dan mana yang tidak. Aspek cagar budayanya sangat kami kedepankan agar keberlanjutan heritage dan keaslian unsur budayanya tetap lestari. Ini bukan sekadar membangun, ini merawat sejarah, kita pasti melibatkan TACB,” tegasnya. Perencanaan dan konstruksi akan melibatkan Tenaga Ahli Cagar Budaya (TACB) serta berkoordinasi intensif dengan bagian kerumahtanggaan Pura Mangkunegaran.
Berdasarkan hasil asesmen, titik intervensi terbesar akan difokuskan pada area Pendopo Ageng. Pengerjaan teknis di area ini akan menyasar pada perbaikan sebagian struktur atap, pengecekan dan perbaikan plafon, serta optimalisasi performa struktur bangunan,” jelas Chandra. Ia menambahkan bahwa intervensi ini akan dilakukan dengan hati-hati agar tidak mengubah karakteristik asli bangunan.
Saat ini, proyek pemugaran zona inti Mangkunegaran tengah memasuki proses tender. Kementerian PU menargetkan proses penandatanganan kontrak dengan penyedia jasa spesialis bangunan bersejarah dapat terlaksana pada minggu kedua bulan Juli 2026. Proses tender ini diharapkan dapat mempersiapkan tenaga kerja dan material yang tepat.
“Perkiraan biaya yang akan kita keluarkan sekitar Rp 21 miliar. Kita berharap pada bulan Desember 2026 seluruh pengerjaan sudah selesai dan tuntas dilaksanakan,” pungkasnya. Ia menegaskan bahwa target akhir proyek adalah menyelesaikan semua pekerjaan sebelum akhir tahun, sehingga Pura Mangkunegaran dapat kembali berfungsi sebagai cagar budaya yang terawat.
Proyek ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam melestarikan warisan budaya. Dengan anggaran yang cukup besar dan pendekatan bertahap, diharapkan Pura Mangkunegaran dapat dipertahankan keaslian dan nilai sejarahnya, sekaligus menjadi contoh restorasi bangunan bersejarah di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
36 Ribu Petugas BPS ke Jawa Tengah, Lakukan Sensus 2026
Didit Prabowo Kunjungi Jokowi di Solo, Tetap Rahasia
Juru Parkir Dihargai Rp100k Setelah Halangi Perampokan
Didit Prabowo Kunjungi Rumah Jokowi Setelah Malam 1 Suro
Pemadaman Lampu Lalu Lintas Simpang Artos, Polri Atur Arus
Didit Prabowo Kunjungi Rumah Jokowi di Solo, 11.02 WIB
Berita Terbaru
Menteri Pariwisata Miliki 6 Mobil Mewah Nilai Rp 24,1 Miliar
Bocor Database 24 Miliar Entri: Password Plaintext Bebas Akses
282 Perguruan Tinggi Buka Akses Mahasiswa Disabilitas
InJourney Airports Lanjut Program Pengembangan 4 Bandara
GOTO Rapat Umum Saham: Reappointment Komisaris & Buyback
Direksi Bank BUMN Himbara Hadiri Istana Saat BI Naik 5,75%
Kabupaten Jembrana Ajukan Sekolah Rakyat 5,9 Hektare ke Pusat
