Puasa Arafah 26 Mei 2026: Keistimewaan dan Kombinasi Qadha

Hari W. · 4 min baca · 1 bulan lalu · 145 dibaca
Bisik.id
Puasa Arafah 26 Mei 2026: Keistimewaan dan Kombinasi Qadha

Gambar atau konten salah?

Dzulhijjah adalah bulan terakhir dalam penanggalan Islam, dan sudah tiba. Pada hari kesembilan belas bulan ini, umat Islam disunnahkan untuk mengerjakan puasa Arafah. Menurut buku Meraih Surga dengan Puasa karya H Herdiansyah Achmad, Lc, puasa ini dilakukan bersamaan dengan wukuf jemaah haji di Arafah. Hukum puasa ini sunnah muakkad, artinya sangat dianjurkan, tetapi tidak wajib.

Hasil sidang isbat Kementerian Agama menunjukkan bahwa 1 Dzulhijjah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian, 9 Dzulhijjah, waktu puasa Arafah, bertepatan dengan Selasa, 26 Mei 2026. Tidak sampai seminggu lagi, puasa yang menyimpan keutamaan agung itu akan datang. Meski sunnah muakkad, melewatkannya begitu saja sangat disayangkan.

Berikut ini uraian lengkap tentang keistimewaan, niat, dan hukum menggabungkan puasa Arafah dengan Qadha Ramadan. Bacalah sampai tuntas.

Menurut buku Catatan Fikih Puasa Sunnah yang ditulis oleh Hari Ahadi, Nabi Muhammad SAW menjabarkan keutamaan puasa Arafah secara gamblang. Dari Qatadah al-Anshari RA, sang Khatamul Anbiya’ berkata:
«سيل عن صوم يوم عرفة، فقال: يُكفر السنة الماضية والباقية»
Artinya: “Nabi Muhammad SAW ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau menjawab, ‘Menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang.’” (HR Muslim no 1162)

Menurut Imam an-Nawawi, dosa yang dihapuskan berkat mengerjakan puasa Arafah adalah dosa kecil. Apabila seseorang sudah tidak memiliki dosa kecil lagi, maka diharapkan dosa besar dihapus. Jika tidak ada dosa besar juga, maka diharapkan agar derajat orang yang mengerjakan dinaikkan. Wallahu a'lam bish-shawab.

Selain penghapusan dosa, puasa Arafah memiliki keutamaan lain: dikerjakan pada bulan Dzulhijjah. Bulan ini adalah salah satu dari empat bulan haram di mana pahala amal baik dilipatgandakan. Beramal shalih pada 10 hari awal Dzulhijjah, termasuk puasa Arafah, adalah perkara yang dicintai Allah SWT. Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda:
«Tidak ada hari-hari untuk berbuat amal shalih yang lebih. Allah cintai melebihi sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.»
(HR ash-Shahih)

Hukum Menggabungkan Puasa Arafah dan Qadha Ramadan

Berbeda dengan puasa Arafah yang hukumnya sunnah muakkad, Qadha Ramadan hukumnya wajib. Setiap muslim yang meninggalkan puasa Ramadan dan mampu menggantinya wajib mengerjakan puasa ini. Pertanyaannya: apakah boleh menggabungkan puasa Arafah dengan Qadha Ramadan?

Al-Lajnah ad-Daimah, Lembaga Fatwa Arab Saudi, ketika ditanya mengatakan bahwa orang yang mengerjakan Qadha Ramadan pada hari Arafah tidak mendapat keutamaan puasa Arafah. Mereka menyatakan:
«Tidak masalah seseorang membayar hutang puasa di hari Arafah dan Qadha puasanya itu sah. Akan tetapi, dia tidak mendapatkan keutamaan puasa hari Arafah. Sebab, tidak ada dalil yang menunjukkan hal itu.»
(Al-Majmu'ah al-Ula, X/397)

Di sisi lain, Imam as-Suyuthi berpendapat bahwa menggabungkan puasa Arafah dan Qadha Ramadan diperbolehkan. Bahkan, seperti yang dituliskan Dr. Makmur Dongoran di buku Ensiklopedia Islam, menurut sang imam, orang itu akan memeroleh dua pahala, yakni Arafah dan Qadha Ramadan.

Imam ar-Ramli as-Syafi'i juga berpendapat serupa:
«Kalau seseorang mengqadha puasa di bulan Syawal atau mengqadha di hari Asyura, maka ia mendapatkan pahala puasa sunnahnya.»
(Nihayatul Muhtaj 3/208)

Sultan Abdillah, dalam bukunya Risalah Puasa, mengambil pendapat yang berada di tengah. Menurutnya, dengan mengerjakan puasa Qadha pada hari Arafah, seorang muslim boleh berharap Allah SWT tetap mengganjarnya dengan pahala puasa Arafah juga. Meski begitu, tetap saja niat di cukup Qadha karena bersifat wajib sehingga pantas didahulukan.

Dengan demikian, memang ada perselisihan pendapat mengenai boleh tidaknya menggabung puasa Arafah dan Qadha Ramadan. Wallahu a'lam bish-shawab.

Niat Puasa Arafah 26 Mei 2026

Puasa Arafah, seperti juga ibadah lain, harus didasari niat. Tanpa niat, amalan yang dikerjakan tak ubahnya dengan kegiatan biasa. Niat wajib ada di hati. Adapun mengenai sunnah tidaknya dilafalkan, para ulama berlainan pendapat. Sebagian menganggap pelafalan niat sebagai bid’ah sehingga tidak diperlukan, sedangkan ulama lain menghukumi sunnah.

Bagi yang mengikuti pendapat sunnahnya mengucap niat, bacaan yang dapat diambil dari buku Siapa Berpuasa Dimudahkan Urusannya karya Khalifa Zain Nasrullah adalah:
«نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةٌ لِلَّهِ تَعَالَى»
Arab Latin: Nawaitu shauma 'arafata sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Arti: Aku berniat puasa Arafah, sunnah karena Allah Ta'ala.

Untuk umat Islam yang ingin mengerjakan puasa Qadha Ramadan pada hari Arafah, maka ia dapat berniat dengan niat puasa Qadha saja. Harapannya, ia tetap memeroleh pahala puasa Arafah. Berikut bacaan niatnya, seperti yang dilaporkan NU Online:
«نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى»
Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta'âlâ.
Arti: Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadan esok hari karena Allah SWT.

Demikian pembahasan lengkap mengenai keistimewaan puasa Arafah, niat, dan hukum menggabungkannya dengan puasa Qadha Ramadan. Semoga bermanfaat.

Puasa Arafah pada 26 Mei 2026 menandai momen penting bagi umat muslim. Menjalankan ibadah ini dengan niat yang benar dan memahami hukum yang berlaku dapat memperkuat keimanan. Jika memilih untuk menggabungkan dengan Qadha Ramadan, perhatikan pendapat ulama yang berbeda dan pilihlah yang paling sesuai dengan keyakinan pribadi. Dengan demikian, setiap ibadah dapat dijalankan dengan penuh kesadaran dan ketaatan.

Puasa ArafahDzulhijjahQadha RamadanNiatKeistimewaanHukumPenggabunganKeimanan

Komentar

Memuat komentar...