Puasa Arafah Tak Selalu Sesuai Wukuf di Padang Arafah
Gambar atau konten salah?
Idul Adha dirayakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah dalam kalender Hijriah. Satu hari sebelumnya, 9 Dzulhijjah, dikenal sebagai Hari Arafah. Pada hari itu, umat Islam yang tidak melaksanakan wukuf sebagai rangkaian ibadah haji, melaksanakan puasa sunnah Arafah.
Idul Adha 1447 H/2026 jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Maka, puasa Arafah dapat dilaksanakan pada Selasa, 26 Mei 2026. Mengingat hal tersebut, muncul pertanyaan: apakah puasa Arafah akan selalu bersamaan dengan waktu wukuf yang dilakukan di Padang Arafah?
Untuk menjawabnya, kita perlu melihat dalil tentang puasa Arafah. Hadis pertama mengingatkan bahwa puasa Arafah tanggal 9 Dzulhijjah adalah puasa sunnah yang memiliki keutamaan berupa dihapusnya dosa selama setahun.
عَنْ مَيْمُونَةَ زَوْجِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَا قَالَتْ إِنَّ النَّاسَ شَكُّوا فِى صِيَامِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَرَفَةَ فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ مَيْمُونَةُ بِحِلاَبِ اللَّبَنِ وَهُوَ وَاقِفٌ فِى الْمَوْقِفِ فَشَرِبَ مِنْهُ وَالنَّاسُ يَنْظُرُونَ إِلَيْهِ [رواه البخارى ومسلم].
Artinya: Dari Maimunah istri Nabi saw (diriwayatkan) bahwa ia berkata: Orang-orang saling berdebat apakah Nabi berpuasa pada Hari Arafah. Lalu Maimunah mengirimkan pada beliau satu wadah (berisi susu) dan beliau dalam keadaan berdiri (Wukuf), lantas beliau minum dan orang-orang pun menyaksikannya (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis kedua menegaskan hal yang sama. Nabi tidak berpuasa, melainkan sedang wukuf ketika beliau minum susu.
عَنْ أُمِّ الْفَضْلِ بِنْتِ الْحَارِثِ أَنَّ نَاسًا تَمَارَوْا عِنْدَهَا يَوْمَ عَرَفَةَ فِى صَوْمِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ بَعْضُهُمْ هوَ صَائِمٌ . وَقَالَ بَعْضُهُمْ لَيْسَ بِصَائِمٍ . فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ بِقَدَحِ لَبَنٍ وَهُوَ وَاقِفٌ عَلَى بَعِيرِهِ فَشَرِبَهُ [رواه البخارى ومسلم].
Dari Ummu Al-Fadl binti Al-Harits (diriwayatkan) bahwa orang-orang berbantahan di dekatnya pada Hari Arafah tentang puasa Nabi, sebagian mereka mengatakan: Beliau berpuasa. Sebagian lainnya mengatakan: Beliau tidak berpuasa. Lalu Ummu Al-Fadl mengirimkan semangkok susu kepada beliau, ketika beliau sedang berhenti di atas unta beliau, maka beliau meminumnya (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis-hadis tersebut memberi dua pelajaran penting. Pertama, puasa sunnah Arafah sudah dilaksanakan sejak lama, bahkan sebelum Nabi Muhammad melaksanakan haji. Kedua, orang yang wukuf tidak perlu, bahkan sebagian mengatakan tidak dianjurkan, untuk puasa. Ini terlihat dari hadits yang menunjukkan Nabi dalam kondisi wukuf dan meminum susu.
Berhubung penetapan tanggal dalam Kalender Hijriah mengacu pada prosesi rukyatul hilal maupun hisab, perbedaan pelaksanaan Idul Adha dapat terjadi. Pengamatan hilal atau bulan baru yang muncul sesaat sebelum matahari terbenam memungkinkan adanya perbedaan tanggal Idul Adha.
Contohnya, pada 2022, Arab Saudi menetapkan 10 Dzulhijjah atau Idul Adha jatuh pada 9 Juli 2022, sedangkan pemerintah Indonesia menetapkan pada tanggal 10 Dzulhijjah. Perbedaan penetapan ini berdampak juga pada puasa Arafah.
Apakah umat Islam harus mengikuti puasa Arafah sesuai dengan wukuf 9 Dzulhijjah di Saudi? Menurut Syekh Sulaiman Al-Jamal yang dikutip dari laman NU online, penetapan tersebut bergantung pada daerah setempat. “Apabila suatu tempat telah melihat hilal dan tempat lain yang jauh darinya belum melihat, maka bulan baru telah berlaku dan dengan demikian mengikuti pula kewajiban ibadah seperti puasa atau Id. Ketentuan ini berlaku untuk Puasa Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha.”
Dengan kata lain, jika suatu wilayah telah melihat hilal, maka kewajiban puasa atau Idul Adha berlaku di wilayah tersebut. Jika belum, maka kewajiban belum berlaku. Oleh karena itu, umat Islam yang hendak melakukan puasa Arafah sebaiknya mengikuti pemberlakuan tanggal Kalender Hijriah sesuai dengan yang terjadi di wilayah masing-masing.
Demikian ulasan mengenai puasa Arafah dan waktu wukuf. Semoga bermanfaat! (nor/nor)
Umat Islam di seluruh dunia seringkali mengamati hilal secara lokal untuk menentukan kapan Idul Adha dan puasa Arafah berlangsung. Karena perbedaan pengamatan hilal dapat menyebabkan perbedaan tanggal antara negara, umat di setiap wilayah biasanya mengikuti keputusan otoritas keagamaan setempat. Dengan demikian, puasa Arafah tidak harus selalu bersamaan dengan waktu wukuf di Padang Arafah, melainkan disesuaikan dengan penetapan tanggal di daerah masing-masing.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
