Purbaya Angkat Skema MBG, Potensi Hemat Rp 40 Triliun
Gambar atau konten salah?
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) sedang menyiapkan skema efisiensi untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah menurunkan frekuensi penyaluran dari enam kali menjadi lima kali per minggu.
Menurut Purbaya, langkah ini dapat menghemat anggaran hingga Rp 40 triliun per tahun. Angka tersebut masih bersifat awal dan disusun oleh BGN. Ia menambahkan, “Jadi ada efisiensi juga dari MBG. Jadi ada pengurangan cukup banyak tuh, yang dia bilang saja Rp 40 triliun hitungan pertama kasar, tetapi bisa lebih. Bukan saya motong ya, memang dia melakukan sendiri, karena dia (BGN) bilang masih bisa ada efisiensi dengan keadaan seperti sekarang ini.”
Purbaya belum dapat memberikan rincian rancangan penghematan tersebut. Ia menyatakan bahwa pengumuman terkait akan dilakukan oleh ketua BGN. “Dengan itu saja, bantalan kita masih cukup,” ujarnya.
Ia juga menyebut bahwa rencana penghematan belum termasuk efisiensi sebesar Rp 80 triliun yang pernah dilontarkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi beberapa waktu lalu. Selain MBG, penghematan akan dilakukan juga dari kementerian dan lembaga (K/L) lainnya. “Saya akan buat merata seluruh K/L. Kita akan tentukan dari sini terus dia potong sendiri,” jelas Purbaya.
Program MBG memiliki alokasi anggaran total sebesar Rp 335 triliun sepanjang tahun 2026. Angka ini lebih dari lima kali lipat dibandingkan realisasi tahun lalu yang hanya Rp 51,5 triliun. Dalam Undang‑undang Nomor 7 Tahun 2025 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, tercantum bahwa Rp 255,5 triliun digunakan untuk pemenuhan gizi nasional atau pembelian makanan bergizi. Artinya, biaya yang akan digunakan untuk membeli makanan hanya 76% dari total anggaran yang dialokasikan untuk program MBG.
Dengan skema efisiensi yang diusulkan, pemerintah berharap dapat menekan pengeluaran sambil tetap menjaga kualitas dan kuantitas makanan yang disalurkan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan ruang anggaran tambahan untuk sektor lain, sekaligus memastikan program MBG tetap berjalan efektif di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz