Radang Tenggorokan Terbakar di Medan Karena Cuaca Berubah‑Ubah Sehari
Gambar atau konten salah?
Di kota Medan, cuaca sering berubah‑ubah. Hari ini panas, besok hujan, dan di malam hari udara terasa dingin. Perubahan ini menambah beban bagi tubuh, terutama bagi saluran pernapasan. Seorang dokter spesialis THT, dr. Muhammad Edy Syahputra, menegaskan bahwa kondisi cuaca ini dapat memicu radang tenggorokan.
Menurut dr. Edy, udara dingin dan kering membuat tenggorokan lebih mudah teriritasi. Ketika tubuh tidak mampu menahan perubahan suhu, sistem pertahanan menjadi lemah. Akibatnya, infeksi virus atau bakteri dapat masuk lebih mudah. Dr. Edy menjelaskan bahwa ini bukan hal baru, namun semakin sering terjadi karena pola cuaca yang tidak stabil.
"Cuaca sangat berpengaruh. Perubahan cuaca yang ekstrem, seperti dari panas ke hujan atau udara dingin, dapat membuat daya tahan tubuh, terutama daya tahan saluran napas menurun. Udara dingin dan kering bisa menyebabkan tenggorokan menjadi lebih mudah iritasi, sehingga rentan terjadi peradangan atau infeksi," ujarnya.
Di musim panas, banyak orang suka minum minuman dingin. Namun, dr. Edy memperingatkan bahwa minuman manis dan dingin, walaupun tidak langsung menyebabkan radang tenggorokan, dapat memperburuk kondisi yang sudah ada. Ketika tenggorokan sudah sedikit iritasi, tambahan dingin dan gula dapat membuatnya semakin sensitif.
"Radang tenggorokan paling sering disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Minuman manis dan dingin bukan penyebab utama, tetapi bisa memicu iritasi pada tenggorokan atau memperparah kondisi yang sudah ada," jelasnya.
Selain itu, konsumsi gula berlebih juga menjadi faktor risiko. Gula dapat menurunkan daya tahan tubuh dan meningkatkan peradangan. Ketika darah menjadi lebih asam, tubuh lebih rentan terhadap infeksi. Dr. Edy menekankan bahwa gula berlebih memberi makanan bagi kuman.
"Selain itu, konsumsi gula berlebih dapat menurunkan daya tahan tubuh dengan meningkatkan peradangan di tubuh dan membuat suasana darah menjadi lebih asam sehingga memperberat radang dan mempermudah proses infeksi. Gula darah yang berlebihan merupakan 'makanan' yang baik bagi kuman," lanjutnya.
Untuk mencegah radang tenggorokan, dr. Edy menyarankan beberapa langkah sederhana:
- Perbanyak minum air putih agar tenggorokan tetap bersih dan lembap.
- Kurangi konsumsi minuman terlalu dingin dan manis.
- Gunakan masker saat udara berdebu.
- Jaga daya tahan tubuh dengan makan bergizi, istirahat cukup, olahraga, dan berjemur.
- Hindari paparan asap rokok dan polusi.
- Cuci tangan secara rutin untuk mencegah infeksi.
Dengan mengikuti saran tersebut, masyarakat Medan dapat melindungi saluran pernapasan dari dampak cuaca ekstrem. Menjaga kebersihan, hidrasi, dan pola makan sehat menjadi kunci untuk tetap sehat di tengah cuaca yang tak menentu.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Rizky Billar Lapor 6 Akun Media Sosial Fitnah PDP Hukum
MoU AS-Iran: Selat Hormuz Buka, Blokade Laut Cabut
Kejarlah Sekda Medan: Seleksi Cepat Fokus Keuangan & PAD
ASDP Tambah Dermaga Tanjung Uban, Bintan: Rp133 Miliar
Bupati Karo Hapus Retribusi Sidebuk-debuk, Kuasai Kantor Baru
Rico Waas Lantik 69 Pejabat Manajerial Kota Medan 2026
Berita Terbaru
Ramalan Zodiak 19 Juni 2026: Nasib Keuangan Setiap Tanda
Didit Prabowo Kunjungi Jokowi di Solo: 30 Menit Istimewa
Portugal 1‑1 Kongo, Ronaldo Peringkat Terendah 6,1 di Grup K
Program Magang Nasional Batch 3 2025 Berakhir Resmi
BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Panjang, El Nino Kuat Berpotensi
Trans Luxury Surabaya: Kamar Rp 999k + Diskon Makan 50%
Messi Bawa Sepatu Berkat, Raih Tiga Gol di Piala Dunia 2026
Lampung 19 Jun: Ringan, Kabut, Petir di Tulang Bawang Barat
19 Juni 2026: 4 Muharram 1448 H, Tertulis Kementerian Agama
Messi Tetap Juara: Diet Rutin Tanpa Pizza dan Soda
