Revitalisasi Sekolah 71.744 Target 2026, Fokus 3T di Indonesia

Hari W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 80 dibaca
Bisik.id
Revitalisasi Sekolah 71.744 Target 2026, Fokus 3T di Indonesia

Gambar atau konten salah?

Program revitalisasi satuan pendidikan menjadi agenda utama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sekaligus bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diprakarsai oleh Presiden Prabowo Subianto. Sekolah yang mendapat bantuan tersebar dari Aceh hingga Papua.

Menurut Abdul Mu'ti, Menteri Pendidikan, Presiden bertekad memperbaiki semua sekolah di Indonesia dalam lima tahun. Program ini resmi dimulai pada tahun 2025 dengan target 16.167 satuan pendidikan.

Di tahun 2026, Prabowo meminta penambahan target sehingga total mencapai 71.744 sekolah. Abdul Mu'ti menegaskan bahwa, jika diakumulasikan dengan capaian tahun sebelumnya, pemerintah menargetkan perbaikan bagi hampir 100 ribu sekolah dalam dua tahun.

Abdul Mu'ti menambahkan, "Kami berkomitmen untuk bagaimana kesenjangan pendidikan itu dapat kami atasi secara bertahap dengan prioritas pada daerah-daerah 3T. Sehingga karena itu, kalau ada usulan-usulan unit sekolah baru di Indonesia Timur atau daerah 3T yang lainnya, kami akan berikan prioritas untuk tahun 2026 ini."

Dalam kunjungan ke dataran Papua, Ali Bahan Temongmere, Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat, menyatakan bahwa kunjungan ini menandai langkah serius pemerintah pusat untuk memajukan pendidikan di wilayah timur. Ia menegaskan, "Pemerintah Provinsi Papua Barat memiliki komitmen yang kuat untuk terus meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di seluruh pelosok wilayah."

Program Wajib Belajar 13 Tahun bertujuan memulai pendidikan sejak taman kanak-kanak (TK). Langkah ini diharapkan dapat segera dilaksanakan di Papua.

Salah satu sekolah yang menerima bantuan revitalisasi di Papua Barat adalah Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah Conservation (SMAMCO) di Manokwari. SMAMCO berhasil direvitalisasi dalam waktu 3 bulan, jauh lebih cepat dibanding target 10 bulan.

Di SMAMCO, sekitar 60‑70 % siswa berasal dari suku asli Papua dan nonmuslim, sehingga sekolah ini mencerminkan inklusivitas. Sekolah ini menerapkan pendekatan deep learning dengan filosofi pelestarian alam bernama "Igya Ser Hanjop".

"Igya Ser Hanjop" merupakan komitmen masyarakat Pegunungan Arfak untuk menjaga hutan dan seluruh isinya, yang dianggap sebagai satu-satunya sumber kehidupan. Melalui sinergi antara pusat, daerah, dan kearifan lokal, Kemendikdasmen berharap semua murid dapat meraih cita‑cita sambil menjaga kelestarian bumi.

Program ini menandai upaya pemerintah untuk menutup kesenjangan pendidikan di wilayah 3T, memperkuat akses pendidikan di seluruh Indonesia, dan mendukung pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun yang memulai pendidikan sejak TK.

revitalisasi pendidikanKemendikdasmenProgram Hasil Terbaik CepatDaerah 3TPapuaSMAMCOWajib Belajar 13 Tahun

Komentar

Memuat komentar...