Rezaei: Konflik Iran‑AS, Israel Selesai Bila Kompensasi Penuh

Ani R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 55 dibaca
Bisik.id
Rezaei: Konflik Iran‑AS, Israel Selesai Bila Kompensasi Penuh

Gambar atau konten salah?

Mohsen Rezaei, penasihat militer senior di bawah Presiden Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan bahwa konflik dengan Amerika Serikat dan Israel akan terus berlanjut. Ia menegaskan bahwa perang baru akan berakhir setelah Iran memperoleh kompensasi penuh atas kerusakan yang dialami.

Rezaei menambahkan bahwa Iran akan terus bertahan hingga semua sanksi ekonomi dicabut dan ada jaminan internasional yang mengikat agar tidak ada lagi campur tangan AS.

Ia menegaskan, “Kami melihat bahwa angkatan bersenjata kami melakukan operasi dan aktivitas dengan kuat. Proyek kepemimpinan kami, dengan pemilihan pemimpin baru, telah berada di bawah kendalinya,” kata Rezaei.

Menurutnya, perang pada dasarnya telah berakhir lebih dari seminggu yang lalu. Ia mengatakan AS sudah siap menghentikan konflik dan membuka peluang gencatan senjata, namun Benjamin Netanyahu mendorong untuk melanjutkan.

Rezaei menilai, setelah memasuki hari ke-15, AS mulai menyadari tidak ada peluang untuk memenangkan perang tersebut.

Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf mengunggah di X pada 23 Maret 2024, bahwa rakyat Iran menuntut “hukuman yang setimpal dan penuh penyesalan” terhadap “para agresor.”

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan negaranya sedang berbicara dengan orang penting dalam rezim Iran untuk mencoba mengakhiri perang. Namun, Trump mengaku tidak bicara dengan Mojtaba Khamenei.

Trump menjawab pertanyaan tentang siapa yang diajak bicara AS di Iran, “Seorang tokoh penting. Jangan lupa: Kita telah melenyapkan kepemimpinan pada fase satu, fase dua, dan sebagian besar fase tiga. Tetapi kita berurusan dengan seorang pria yang saya yakini paling dihormati dan pemimpinnya, Anda tahu, ini agak sulit, mereka telah melenyapkan--kita telah melenyapkan semua orang.

Ia menambahkan bahwa utusan khususnya Steve Witkoff dan Jared Kushner terlibat dalam pembicaraan, tetapi tidak menyebutkan orang yang mereka ajak berkomunikasi di pihak Iran.

Ketika didesak wartawan tentang apakah AS sedang berbicara dengan Khamenei, Trump mengatakan, “Tidak, bukan Pemimpin Tertinggi.

Peristiwa ini menyoroti ketegangan yang terus berlangsung di Timur Tengah, di mana pihak-pihak terkait mengekspresikan posisi mereka secara terbuka. Konflik ini tetap menjadi isu utama bagi kebijakan luar negeri kedua negara, serta bagi stabilitas regional secara keseluruhan.

Mohsen RezaeiIranAmerika SerikatIsraelsanksi ekonomigencatan senjataDonald Trump

Komentar

Memuat komentar...