Rezaei: Konflik Iran‑AS, Israel Selesai Bila Kompensasi Penuh
Gambar atau konten salah?
Mohsen Rezaei, penasihat militer senior di bawah Presiden Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan bahwa konflik dengan Amerika Serikat dan Israel akan terus berlanjut. Ia menegaskan bahwa perang baru akan berakhir setelah Iran memperoleh kompensasi penuh atas kerusakan yang dialami.
Rezaei menambahkan bahwa Iran akan terus bertahan hingga semua sanksi ekonomi dicabut dan ada jaminan internasional yang mengikat agar tidak ada lagi campur tangan AS.
Ia menegaskan, “Kami melihat bahwa angkatan bersenjata kami melakukan operasi dan aktivitas dengan kuat. Proyek kepemimpinan kami, dengan pemilihan pemimpin baru, telah berada di bawah kendalinya,” kata Rezaei.
Menurutnya, perang pada dasarnya telah berakhir lebih dari seminggu yang lalu. Ia mengatakan AS sudah siap menghentikan konflik dan membuka peluang gencatan senjata, namun Benjamin Netanyahu mendorong untuk melanjutkan.
Rezaei menilai, setelah memasuki hari ke-15, AS mulai menyadari tidak ada peluang untuk memenangkan perang tersebut.
Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf mengunggah di X pada 23 Maret 2024, bahwa rakyat Iran menuntut “hukuman yang setimpal dan penuh penyesalan” terhadap “para agresor.”
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan negaranya sedang berbicara dengan orang penting dalam rezim Iran untuk mencoba mengakhiri perang. Namun, Trump mengaku tidak bicara dengan Mojtaba Khamenei.
Trump menjawab pertanyaan tentang siapa yang diajak bicara AS di Iran, “Seorang tokoh penting. Jangan lupa: Kita telah melenyapkan kepemimpinan pada fase satu, fase dua, dan sebagian besar fase tiga. Tetapi kita berurusan dengan seorang pria yang saya yakini paling dihormati dan pemimpinnya, Anda tahu, ini agak sulit, mereka telah melenyapkan--kita telah melenyapkan semua orang.”
Ia menambahkan bahwa utusan khususnya Steve Witkoff dan Jared Kushner terlibat dalam pembicaraan, tetapi tidak menyebutkan orang yang mereka ajak berkomunikasi di pihak Iran.
Ketika didesak wartawan tentang apakah AS sedang berbicara dengan Khamenei, Trump mengatakan, “Tidak, bukan Pemimpin Tertinggi.”
Peristiwa ini menyoroti ketegangan yang terus berlangsung di Timur Tengah, di mana pihak-pihak terkait mengekspresikan posisi mereka secara terbuka. Konflik ini tetap menjadi isu utama bagi kebijakan luar negeri kedua negara, serta bagi stabilitas regional secara keseluruhan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SIM Keliling Kembali Operasi di Badung dan Buleleng Pusat
Cuaca cerah berawan Bali, hujan ringan Badung Denpasar
Kamis 04 Juni 2026: Hari Ala Ayuning Dewasa, Waktu Lahan
Badung Bangun Tempat Penampungan Sampah B3 di Mengwitani
SMPN 5 Pupuan, Disdik Tabanan Atasi Rendahnya Siswa
Tabanan Selenggarakan Kegiatan Bulan Bung Karno Juni 2026
Berita Terbaru
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
Raymond-Indra dan Nikolaus-Joaquin Kalah, Fokus Tampil
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Gejala Kulit Leukemia: Memar, Benjolan, Infeksi, dan Lainnya
Almond vs. Kacang Tanah: Pilihan Nutrisi Jantung Kesehatan
