Rika Fitri, Penari Ular, Menjaga 17 Piton di Desa Grobogan

Dwi H. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 89 dibaca
Bisik.id
Rika Fitri, Penari Ular, Menjaga 17 Piton di Desa Grobogan

Gambar atau konten salah?

Rika Fitri, seorang warga Desa Grobogan di Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, berusia 40 tahun, kini memelihara 17 ekor piton. Untuk menutupi biaya hobi ini, ia sering tampil sebagai penari ular di berbagai acara.

Ketertarikan Rika pada reptil sudah ada sejak masa kecil. Ia baru mulai serius memelihara ular pada tahun 2020, ketika membeli Piton Golden Child berwarna hitam. Sejak saat itu, jumlah peliharaannya bertambah, mencapai belasan ekor dengan berbagai jenis, mulai dari sanca kembang, tiger, ivory, hingga albino.

“Awalnya itu penasaran, terus suka. Lalu dapat rezeki terus beli. Awalnya cuman punya satu, terus dikembangkan. Sekarang punya 17 ekor ular piton,” kata Rika kepada wartawan di rumahnya pada Senin, 30 Maret 2026.

Memelihara ular berukuran besar memerlukan perawatan ekstra. Istri Sugeng Waluyo, 42 tahun, rutin membersihkan kandang setiap hari dan memandikan ular-ularnya setiap tiga hari sekali. Semua ular ditempatkan dalam kandang khusus di dalam rumah, agar tidak mengganggu aktivitas keluarga.

Pengeluaran makanan juga signifikan. Dalam satu minggu, 17 ular menghabiskan sekitar 15 hingga 20 ekor ayam tiren yang dibeli dari peternak setempat. Biaya pakan diperkirakan mencapai Rp 500 ribu hingga Rp 800 ribu setiap bulannya.

“Umpanya ngasih makannya bareng ya bisa sampai 20 ekor. Karena kalau ular yang 5 meter bisa sampai 2 ekor ayam,” jelas Rika.

Untuk menutupi biaya perawatan, Rika mengandalkan keahlian sebagai penari ular. Ia memulai profesi ini sejak lulus SMA pada tahun 2005, meski pada awalnya harus menyewa ular milik orang lain. Kini, dengan piton miliknya, ia sering menerima pesanan tampil di acara karnaval desa hingga hiburan sound horeg.

Dalam satu bulan, Rika dapat 2 hingga 3 panggilan tampil dengan tarif Rp 500 ribu untuk durasi sekitar 30 menit. “Kalau waktu bulan Agustus lebih ramai lagi. Setiap hari bisa 3 tempat job tari ular,” ungkapnya.

Pendapatan dari pertunjukan tersebut ia gunakan kembali untuk kebutuhan ular. “Iya buat perawatan ular. Kadang juga buat perawatan perlengkapan tari, seperti baju dan mahkota juga,” tambah Rika.

Awalnya, perjalanan memelihara piton sempat mendapat restu terbatas dari keluarga. Namun, kegigihannya meyakinkan suami dan anak-anak, sehingga kini keluarga besar sudah akrab dengan hewan melata tersebut. “Alhamdulillah sekarang keluarga sudah biasa. Kalau dulu ya keluarga ngomel-ngomel,” pungkasnya.

Rika Fitri menunjukkan bahwa hobi yang tampak unik dapat dipadukan dengan pekerjaan yang menghasilkan pendapatan. Dengan disiplin perawatan dan kreativitas dalam menari, ia berhasil menjaga keseimbangan antara kebutuhan finansial dan kecintaannya pada piton.

Rika Fitripitonpenari ularbiaya perawatanpendapatanayam tirenkarnaval desakeluarga

Komentar

Memuat komentar...