Rumah Wastukencana Salah Ditetapkan: Keluarga Yasin Halim Batal

Andi B. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 74 dibaca
Bisik.id
Rumah Wastukencana Salah Ditetapkan: Keluarga Yasin Halim Batal

Gambar atau konten salah?

Rumah di Wastukencana, Kota Bandung, baru-baru ini menjadi sorotan di media sosial. Banyak orang mengaitkannya dengan nama seorang dokter dermawan yang sudah lama meninggal, Johan Somali. Namun, informasi tersebut salah. Bangunan yang kini terbelenggu semak belukar sebenarnya milik Yasin Halim, yang juga sudah wafat.

Reaksi keluarga pemilik rumah tidak dapat diabaikan. Mereka merasa kesal karena rumah yang seharusnya menjadi ruang pribadi telah diposting tanpa izin, dan dengan narasi yang tidak akurat. Pihak keluarga, yang dipimpin oleh Kurnia, menyatakan ketidaksenangan mereka secara langsung.

Dalam percakapan, Kurnia mengungkapkan ketidaknyamanannya: “Gini kang, saya juga ingin tahu nih apa kepentingan orang memviralkan di media sosial untuk hal yang privasinya orang,”. Ia menekankan pentingnya privasi dan meminta agar informasi yang salah diperbaiki.

Di Jalan Wastukencana, terdapat dua rumah yang kini terbengkalai. Rumah depan, yang menampung mobil Honda Accord Prestige tahun 86 berwarna coklat, adalah milik Yasin Halim. Rumah kedua, menurut informasi yang dikumpulkan, adalah milik adik almarhum. Kedua bangunan ini dikenal karena gaya arsitektur yang menyerupai zaman kolonial.

Warga sekitar melaporkan bahwa kedua rumah tersebut mulai ditinggalkan sekitar tahun 2009. Sejak saat itu, bangunan-bangunan tersebut tidak lagi dipakai dan menjadi tempat tumbuh semak belukar.

Nomor telepon Kurnia terpampang di pintu rumah adik Yasin Halim. Namun, percakapan dengan Kurnia tidak berlangsung lama karena ia harus memutuskan telepon ketika sedang berada di jalan yang padat.

Ia berkata, “Intinya, untuk apa kan memviralkan miliknya orang, enggak pas lah harusnya soal privasi orang. Jadi tolong diluruskan itunya dulu, jangan mengurus miliknya orang lah. Gitu aja dulu yah, maaf saya sedang di jalan lagi jalur padat,”. Kalimat ini menunjukkan ketegangan yang dirasakan keluarga.

Sementara itu, Hari Saputra, seorang warga sekitar, langsung membantah narasi bahwa rumah tersebut milik Johan Somali. Ia menegaskan, “Jadi, itu teh bukan rumah punyanya dokter Somali, beda. Itu mah rumahnya Pak Yasin Halim. Makanya, di TikTok itu sering ada yang bilang kalau itu rumahnya dokter Somali. Sotoy saya bilang,”. Ia menambahkan gelak tawa saat menyampaikan pendapatnya.

Peristiwa ini menyoroti pentingnya verifikasi fakta sebelum memviralkan informasi. Rumah yang dulunya menjadi simbol arsitektur kolonial kini menjadi contoh bagaimana rumor dapat menyebar dengan cepat di media sosial. Keluarga pemilik rumah menegaskan hak mereka atas privasi, sementara warga setempat menegaskan identitas sebenarnya dari bangunan tersebut. Kesalahan penyebaran informasi menimbulkan ketegangan yang tidak perlu, namun situasi ini juga mengingatkan semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam berbagi konten yang belum terverifikasi.

Rumah WastukencanaYasin HalimKurniaPrivasiMedia SosialRumorKolonial

Komentar

Memuat komentar...