Rumor Badan Ekspor Baru, Eksportir Tunggu Pengumuman
Gambar atau konten salah?
Rumor beredar bahwa pemerintah akan mendirikan Badan Ekspor, sebuah badan khusus yang akan mengelola komoditas tertentu seperti palm oil, batu bara, dan mineral lainnya untuk tujuan ekspor. Badan ini diharapkan menjadi titik penghubung antara eksportir dan pembeli luar negeri.
Di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada Selasa, 19 Mei 2026, CEO Danantara Rosan Roeslani menjawab pertanyaan tentang rencana tersebut. “Sudah tunggu besok saja ya,” ujarnya, menegaskan bahwa publik harus menunggu informasi resmi.
Demikian pula Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, saat ditemui di kantor kementerian, tidak memberikan kepastian. Ia berkata singkat, “Nanti kita lihat. Tunggu saja ya.”
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan, juga tidak mengonfirmasi rumor tersebut. Ia menegaskan, “Wah saya nggak tahu, nanti Presiden (Prabowo) yang umumin,” ketika ditemui di kantor pusat Kementerian Keuangan pada Selasa, 19 Mei 2026.
Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri sidang paripurna di DPR RI pada Rabu, 20 Mei. Pada kesempatan itu, ia akan menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok‑pokok Kebijakan Fiskal (KEMPPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027. Banyak yang berharap pengumuman Badan Ekspor akan diumumkan di momen tersebut.
Jika Badan Ekspor benar-benar dibentuk, eksportir akan diwajibkan menjual komoditas tertentu kepada badan khusus tersebut sebelum barang tersebut diekspor ke luar negeri. Ada juga spekulasi bahwa badan ini akan berada di bawah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), yang merupakan dana investasi strategis negara. Di kalangan pelaku pasar, rumor ini menimbulkan kekhawatiran. Beberapa pihak berpendapat bahwa pembentukan badan ini dapat menambah birokrasi ekspor, menekan margin perusahaan, dan memberi tekanan tambahan pada emiten tertentu di pasar modal.
Secara keseluruhan, kejelasan mengenai Badan Ekspor masih belum ada. Publik diharapkan menunggu pengumuman resmi dari Presiden Prabowo Subianto. Rumor ini tetap menjadi topik hangat di kalangan eksportir dan investor, karena dampaknya dapat memengaruhi proses ekspor dan kondisi pasar saham.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
