Rupiah Menguat di Tengah Usulan Destry Jadi Gubernur BI
Gambar atau konten salah?
Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Senin, 10 September 2026. Penguatan ini terjadi bertepatan dengan kabar bahwa Destry Damayanti diusulkan pemerintah sebagai satu-satunya calon Gubernur Bank Indonesia kepada Dewan Perwakilan Rakyat.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah naik 0,79% ke posisi Rp 17.755 per dolar AS. Sejak pembukaan pagi tadi di level Rp 17.810, rupiah terus bergerak di zona hijau.
Sementara itu, data dari RTI Business menunjukkan rupiah menguat 0,71% ke Rp 17.753 hingga penutupan. Tren positif ini bukan hanya terjadi hari ini. Dalam sepekan terakhir, rupiah sudah menguat 1,20% terhadap dolar AS. Lebih jauh lagi, dalam sebulan terakhir, penguatannya mencapai 1,84% terhadap mata uang Negeri Paman Sam.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa Surat Presiden berisi usulan calon Gubernur Bank Indonesia telah diserahkan ke pimpinan DPR. Dalam surat tersebut, Presiden Prabowo Subianto hanya mengusulkan satu nama: Destry Damayanti, yang saat ini menjabat sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI.
Pemerintah juga menyerahkan nama calon Deputi Gubernur Senior dan calon Deputi Gubernur ke DPR. "Hari ini atas petunjuk presiden secara resmi kami diutus dan ditugaskan untuk serahkan beberapa surpres ke DPR. Kami serahkan beberapa surpres, pertama mengenai calon definitif Gubernur BI, beserta calon pengganti Deputi Gubernur Senior dan untuk Deputi Gubernur karena jumlahnya berkurang satu," kata Prasetyo di Kompleks DPR, Jakarta Pusat, Senin, 10 Agustus 2026.
Penguatan rupiah yang terjadi bersamaan dengan pengumuman ini menunjukkan bagaimana pasar merespons kepastian politik di pucuk pimpinan bank sentral. Destry Damayanti, yang sudah menjabat sebagai pejabat sementara, kini diusulkan menjadi gubernur definitif. Langkah ini bisa mengurangi ketidakpastian di pasar keuangan, setidaknya untuk sementara waktu.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
