Ruxi Bonet: Pencari Bakat FC Copenhagen, Penulis Analisis
Gambar atau konten salah?
Roger 'Ruxi' Bonet, pemain bertahan Madura United asal Spanyol, telah mengabarkan bahwa ia telah bekerja selama empat bulan sebagai pencari bakat bagi FC Copenhagen. Aktivitas menulis analisis sepak bola di berbagai platform membuatnya terhubung dengan klub besar asal Denmark tersebut.
Setelah latihan atau pertandingan, Ruxi menemukan banyak waktu luang yang bisa ia manfaatkan. Ia mengatakan bahwa di sela‑sela kewajiban bersama tim, ia memanfaatkan waktu tersebut untuk menulis, membaca, dan mengerjakan berbagai proyek lain.
Ruxi memiliki latar belakang akademis yang kuat. Ia lulus sebagai Sarjana Psikologi, menulis buku, menggarap analisis taktik, dan kini tengah mengikuti proses untuk mendapatkan lisensi UEFA Pro. Semua aktivitas tersebut saling berkaitan dengan ambisinya membangun karier sebagai pelatih setelah menggendong sepatu.
Selain bermain, Ruxi juga gigih membesarkan platform analisis taktiknya yang bernama The Game Changer. Ia berencana merilis buku berjudul Play With Purpose dalam bahasa Indonesia. Gagasannya mengenai kedua hal tersebut terinspirasi oleh berbagai buku yang pernah ia baca dan sebuah platform asal Jerman bernama Spielverlagerung, yang berisi analisis mendalam tentang pertandingan sepak bola Eropa.
Ruxi mengatakan, "Saya suka membaca berbagai jenis buku. Tapi mungkin yang paling menginspirasi saya adalah sebuah platform bernama Spielverlagerung. Itu bukan buku, melainkan semacam situs sepak bola dari Jerman yang fokus pada teori taktik," ia ucapkan.
Ia juga menambahkan, "Beberapa orang di balik Spielverlagerung seperti René Marić (asisten pelatih Bayern Munich) dan Alex Clapham (mantan asisten pelatih Borussia Dortmund)," ujarnya.
Dengan berbagi pandangan dan pengetahuan taktik di media sosial, Ruxi berharap dapat menjangkau lebih banyak orang. Ia meyakini bahwa segala hal yang telah ia kerjakan selama ini akan menuntunnya pada mimpi sebagai seorang juru taktik. Ia berkata, "Semua ide ini membuat saya ingin terus menulis tentang sepak bola, karena ke depan saya ingin berada di level tertinggi sebagai pelatih atau asisten pelatih. Saya percaya menulis di media sosial, menulis buku, dan sebagainya bisa membantu saya mencapai level tersebut," jelasnya.
Usaha keras Ruxi akhirnya membuahkan hasil. Karyanya tentang taktik mendapat sorotan dari FC Copenhagen. Ia direkrut untuk menjadi pencari bakat dan telah bekerja selama empat bulan. Ia menegaskan, "Bahkan, dari aktivitas menulis itu saya mendapat perhatian dari FC Copenhagen. Sekarang saya bekerja untuk mereka. Ini sebenarnya kabar baru, belum banyak yang tahu. Saya sudah bekerja sekitar empat bulan, tapi belum pernah saya umumkan," pungkas Ruxi.
Ruxi terus menulis, menganalisis, dan belajar. Ia menargetkan menjadi pelatih atau asisten pelatih di level tertinggi. Dengan kombinasi pendidikan, pengalaman, dan platform analisis, ia yakin langkahnya menuju tujuan tersebut semakin jelas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
