Sampah Indonesia: TPA Penuh, PSEL Solusi 2028, Gerakan ASRI
Gambar atau konten salah?
Di Indonesia, jumlah sampah yang terus meningkat menimbulkan ancaman serius bagi lingkungan. Tempat pembuangan akhir (TPA) semakin penuh, sementara volume sampah harian terus bertambah. Pemerintah menilai bahwa hampir semua TPA di Indonesia akan mengalami kelebihan kapasitas paling lambat pada tahun 2028, jika tidak ada terobosan signifikan.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menegaskan bahwa pengelolaan sampah perkotaan menjadi prioritas utama yang mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo. “Pengelolaan sampah perkotaan merupakan kegiatan prioritas yang mendapat pantauan langsung Bapak Presiden Prabowo. Karena itu, diperlukan upaya yang serius dan sistematis agar sampah perkotaan tidak lagi menjadi sumber masalah, melainkan justru memberi manfaat,” ujar Yuliot setelah meninjau PT Sumber Organik, perusahaan yang membangun dan mengoperasikan Pembangkit Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Benowo, Surabaya, pada Kamis, 16 April 2026.
Untuk mempercepat penanganan sampah perkotaan, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. Peraturan ini menjadi payung hukum bagi pengolahan sampah menjadi energi terbarukan dengan teknologi ramah lingkungan. Dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah tahun 2026, Presiden Prabowo juga menegaskan rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI—singkatan dari aman, sehat, resik, dan indah. Gerakan ini akan menjadi langkah nasional untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata.
Presiden menilai persoalan sampah sudah menjadi masalah krusial di banyak daerah. Ia menyebut hampir seluruh TPA di Indonesia diproyeksikan mengalami overcapacity pada tahun 2028, bahkan bisa lebih cepat. “Persoalan sampah ini menjadi masalah. Diproyeksikan hampir semua TPA sampah akan mengalami overcapacity pada tahun 2028, bahkan lebih cepat,” kata Prabowo.
Di lokasi yang sama, Direktur Utama PT Sumber Organik, Agus Nugroho Santoso, menjelaskan bahwa pihaknya mengelola sampah dari masyarakat Surabaya dan sekitarnya dengan volume 1.600 ton per hari. Berbeda dengan pengelolaan di banyak tempat lain yang hanya menangani sampah baru, PT Sumber Organik juga mengolah timbunan sampah lama agar dapat dimanfaatkan kembali. “Kami mengolah timbunan sampah, baik sampah lama maupun baru, menjadi bahan yang bermanfaat,” ujar Agus.
PT Sumber Organik telah membangun dan mengoperasikan PSEL di TPA Benowo, Surabaya, yang diresmikan pada 6 Mei 2021. Saat ini, di TPA Benowo juga tengah dibangun fasilitas waste‑to‑fuel oleh PT Prakarsa Energi Sejahtera (SEP). Fasilitas ini ditujukan untuk mengurangi timbunan sampah dan direncanakan segera beroperasi. Proses pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar dilakukan melalui tahapan penyortiran atau handpicking untuk memastikan bahan baku pirolisis berupa plastik.
Setelah itu, plastik diproses menggunakan mesin pirolisis—teknologi pemanasan—dengan menggunakan metode flue gas treatment system agar memenuhi baku mutu emisi yang sudah ditetapkan Kementerian Lingkungan. Hasilnya adalah Bahan Bakar Minyak Terbarukan (BBMT) setara diesel oil. Saat ini pabrik pengolahan waste‑to‑fuel masih dalam proses konstruksi. Setelah selesai dan beroperasi, pabrik dapat mengolah sampah menjadi BBMT dengan kapasitas yang dapat disesuaikan dengan volume sampah kota yang mendesak untuk dilakukan pengolahan.
Berdasarkan pilot project yang sudah dilakukan, proses yang ada akan menghasilkan produksi BBMT sebesar 60–70 kilogram per hari. (ily/ara)
Dengan target pembangunan 34 proyek di 34 kota pada periode 2026‑2027, pemerintah berharap dapat menurunkan ketergantungan pada TPA konvensional dan meningkatkan produksi energi terbarukan. Program waste‑to‑energy diharapkan tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menghasilkan listrik dan bahan bakar yang dapat digunakan secara luas di sektor industri dan transportasi.
Pengelolaan sampah yang terkoordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, didukung oleh kebijakan hukum dan gerakan kebersihan nasional, menjadi kunci untuk mengatasi masalah sampah yang semakin kompleks. Melalui inovasi teknologi dan kolaborasi sektor publik‑swasta, Indonesia berusaha mengubah sampah menjadi sumber energi yang berguna, sekaligus menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan bagi generasi mendatang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz