Samsung Lacak Peningkatan Harga Smartphone Pasca Krisis Memori

Fajar H. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 73 dibaca
Bisik.id
Samsung Lacak Peningkatan Harga Smartphone Pasca Krisis Memori

Gambar atau konten salah?

Samsung baru saja mengumumkan hasil keuangan kuartal pertama tahun 2026. Perusahaan ini juga menyoroti prediksi kelangkaan memori yang tampaknya tidak akan membaik.

Dalam panggilan pendapatan (earnings call) dengan investor, Samsung memprediksi krisis memori global akan membuat harga smartphone, PC, dan konsol tetap naik, bahkan mungkin semakin memburuk di tahun depan.

“Pasokan kami jauh di bawah permintaan pelanggan,” kata Kim Jaejune, eksekutif bisnis chip memori Samsung. Ia menambahkan, “Berdasarkan permintaan yang diterima saat ini untuk tahun 2027, kesenjangan antara pasokan dan permintaan untuk tahun 2027 diperkirakan akan semakin melebar dibandingkan tahun 2026.”

Perusahaan mengaku konflik di Timur Tengah belum mengganggu produksi chip karena mereka sudah mengamankan pasokan gas dan menambah sumber gas yang digunakan dalam manufaktur. Namun, Samsung tetap menyoroti risiko biaya transportasi yang lebih tinggi akibat kenaikan harga minyak, dan berencana memastikan pasokan listrik yang stabil sambil bekerja sama dengan pemerintah Korea Selatan.

Pesatnya pembangunan pusat data AI mendorong Samsung dan produsen memori lainnya untuk mengalokasikan sebagian besar kapasitas produksi ke chip canggih yang dipakai untuk akselerator AI. Meski begitu, mereka masih kesulitan memenuhi permintaan tinggi.

Produksi memori konvensional untuk smartphone, PC, dan perangkat lainnya menurun, sehingga harganya terus melesat. Samsung menyatakan telah menandatangani kontrak mengikat multi‑tahun dengan sejumlah pelanggan yang ingin mengamankan pasokan memori, meskipun identitas konsumen dan jangka waktu kontraknya tidak disebutkan.

Di tengah permintaan besar dari industri AI, Samsung mengungkap laba operasional divisi chip pada kuartal pertama 2026 mencapai rekor 53,7 triliun won, naik dari 1,1 triliun won pada periode yang sama tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, pendapatan Samsung untuk periode tersebut naik 69% menjadi 133,9 triliun won.

Secara singkat, Samsung mengakui tantangan pasokan memori global, menegaskan bahwa krisis ini akan terus berlanjut. Perusahaan tetap fokus pada produksi chip AI sambil berusaha menjaga kestabilan biaya dan pasokan listrik, meski menghadapi tekanan harga minyak dan permintaan tinggi dari konsumen.

Samsungkrisis memoriproduksi chip AIharga smartphonepasokan listrikbiaya transportasi minyakpermintaan tinggi

Komentar

Memuat komentar...