Satpol PP Klungkung Pantau Potensi Nobar Film Pesta Babi
Gambar atau konten salah?
Satpol PP Klungkung telah memulai pengawasan terhadap potensi nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita. Langkah ini diambil setelah mendapat arahan langsung dari Satpol PP Provinsi Bali.
Kasatpol PP dan Damkarmat Klungkung, I Dewa Putu Suwarbawa, menyatakan bahwa hingga kini tidak ada komunitas, organisasi, maupun individu di Klungkung yang menginisiasi atau merencanakan pemutaran film karya sutradara Dandhy Dwi Laksono.
“Kami di jajaran diimbau oleh Pak Kasat Provinsi. Jajaran Satpol PP diminta melakukan deteksi dini, sedianya untuk melakukan pengawasan nobar Pesta Babi ini. Karena mungkin ada beberapa pertimbangan yang dinilai dapat mengganggu stabilitas di daerah,” kata Suwarbawa pada Senin, 18 Mei 2026.
Ia menegaskan bahwa pengawasan akan terus dilakukan secara konsisten. “Sampai saat ini belum ada. Dan kami akan lakukan pemantauan melalui deteksi dini. Apabila ditemukan indikasi saja, kami akan jajaki dan tentu akan kami tindaklanjuti,” tegasnya.
Walaupun belum pernah menyaksikan isi dokumenter tersebut, Suwarbawa menjelaskan bahwa pengawasan merupakan instruksi berjenjang dari tingkat Provinsi Bali. “Kami belum pernah menyaksikan langsung isi dokumenter tersebut. Namun, karena pengawasan merupakan instruksi berjenjang, kami tetap menjalankan langkah preventif demi menjaga kondusivitas wilayah,” ujarnya.
Dalam upaya antisipasi, Suwarbawa mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda dan mahasiswa, agar lebih selektif memilih tontonan. “Kami imbau semua masyarakat, khususnya generasi muda yang memiliki hobi nonton film, tontonlah film yang layak. Kami akan lakukan upaya preventif. Laporkan sampai pada kami jika ada yang berinisiatif menggelar nobar di wilayah Klungkung,” pungkas Suwarbawa.
Film dokumenter yang dirilis pada tahun 2026, karya Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Paju Dale, menyoroti krisis lingkungan, deforestasi, serta perjuangan masyarakat adat di Papua Selatan melawan ekspansi proyek skala besar.
Di beberapa daerah seperti Ternate, Mataram, Sumbawa Barat, dan Bali, pembubaran nobar film Pesta Babi oleh aparat dan birokrasi kampus menjadi sorotan. Pembubaran dilakukan dengan alasan prosedur administrasi dan potensi sensitivitas judul.
Pengawasan ini menegaskan bahwa pihak berwenang tetap waspada terhadap kegiatan yang dapat memicu ketidakstabilan sosial. Masyarakat diingatkan untuk melaporkan rencana nobar yang tidak sesuai, sementara Satpol PP bersiap melakukan tindakan preventif jika diperlukan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
