Sekolah Rakyat Diharapkan Tutup Kesenjangan Pendidikan 2026

Ika P. · 2 min baca · 27 hari lalu · 56 dibaca
Bisik.id
Sekolah Rakyat Diharapkan Tutup Kesenjangan Pendidikan 2026

Gambar atau konten salah?

Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 tahun 2026 menekankan tema Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara dan menempatkan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) sebagai salah satu prioritas utama. Program SR, yang direncanakan oleh Presiden Prabowo Subianto, berhubungan erat dengan visi kampanye Pilpres 2024, yakni Meningkatkan Kesejahteraan, Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, dan Mewujudkan Indonesia Maju.

Menurut Komisaris Independen Brantas Abipraya, Santoso, pembangunan SR bertujuan menanggulangi ketimpangan akses dan kualitas pendidikan bagi siswa-siswi keluarga kurang mampu. Negara harus membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.

Jika generasi yang berasal dari keluarga kurang mampu memperoleh akses pendidikan layak melalui SR, maka pencapaian Indonesia Emas 2045 diyakini akan lebih mudah tercapai. Peningkatan kualitas SDM juga dianggap penting untuk menyongsong bonus demografi yang diperkirakan terjadi pada periode 2035-2045, ketika jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan usia nonproduktif.

Santoso menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bagian dari investasi jangka panjang negara dalam meningkatkan kualitas SDM melalui akses pendidikan yang lebih adil dan merata. ‘Sekolah Rakyat bukan sekadar pembangunan fisik gedung pendidikan, tetapi investasi besar negara untuk membangun kualitas manusia Indonesia. Kebangkitan bangsa hanya dapat terwujud apabila generasi muda memperoleh akses pendidikan yang adil, berkualitas, dan merata,’ ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (21 Mei 2026).

Santoso menjelaskan bahwa peningkatan kualitas SDM akan berdampak pada peningkatan Human Development Index (HDI) Indonesia yang dirilis oleh United Nations Development Programme (UNDP), sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan.

Ia menambahkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar menjadi negara maju dengan dukungan bonus demografi, kekayaan sumber daya alam, kekuatan ekonomi sebagai anggota G20, serta posisi strategis dalam politik global. Oleh karena itu, pembangunan manusia harus menjadi prioritas utama.

Program SR diyakini akan mendorong pemerataan pembangunan dan memberikan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah. Aktivitas perdagangan material bangunan diperkirakan ikut menggeliat, sekaligus membuka lapangan pekerjaan mulai dari tahap pembangunan hingga operasional SR berjalan.

Presiden Prabowo dikatakan telah berkomitmen merealisasikan mandatory spending sektor pendidikan. Komitmen tersebut tidak hanya dilihat dari besaran anggaran, tetapi juga dari upaya memastikan manfaatnya menjangkau masyarakat kurang mampu melalui program Sekolah Rakyat.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara di bidang konstruksi dan pembangunan infrastruktur, PT Brantas Abipraya (Persero) mendapat kehormatan dan kepercayaan pemerintah untuk membangun SR di sejumlah daerah bersama BUMN konstruksi dan pembangunan infrastruktur lainnya. Santoso menegaskan kepercayaan tersebut menjadi wujud dedikasi Brantas Abipraya kepada negara.

Perusahaan berkomitmen menjaga kualitas pembangunan sesuai standar yang ditetapkan serta memastikan proyek selesai tepat waktu. ‘Kita sambut SR jelang tahun ajaran baru 2026 ini, bertepatan dengan momentum 118 tahun Kebangkitan Nasional. Selamat datang siswa siswi Sekolah Rakyat generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045 bertepatan dengan 100 tahun Indonesia merdeka,’ pungkasnya.

Dengan menempatkan Sekolah Rakyat sebagai pilar pendidikan, pemerintah berharap dapat menutup kesenjangan pendidikan, memanfaatkan bonus demografi, dan memperkuat posisi Indonesia di kancah global. Inisiatif ini juga diharapkan memberi dampak ekonomi lokal melalui pembangunan infrastruktur dan penciptaan lapangan kerja, menandai langkah konkret menuju Indonesia Emas 2045.

Sekolah RakyatIndonesia Emas 2045Kebangkitan NasionalPrabowo SubiantoBonus DemografiHuman Development IndexPT Brantas Abipraya

Komentar

Memuat komentar...