Setelah Lebaran, Banyak Orang Terjepit Post Holiday Blues

Andi B. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 46 dibaca
Bisik.id
Setelah Lebaran, Banyak Orang Terjepit Post Holiday Blues

Gambar atau konten salah?

Fenomena Post Holiday Blues seringkali menjadi topik hangat setelah liburan panjang Lebaran. Banyak orang merasakan penurunan semangat, rasa sedih, atau kelelahan yang tidak biasa setelah menikmati waktu bersama keluarga.

Menurut Sairah, seorang ahli psikologi klinis, “Fenomena Post-Holiday Blues atau perasaan sedih, cemas, atau lelah yang muncul setelah masa liburan usai. Yang rentan mengalami tentu individu yang tingkat stres kerjanya tinggi atau stres di sekolahnya juga tingkatnya itu tinggi kategorisasinya,” Ia menjelaskan bahwa kondisi ini biasanya menimpa mereka yang memiliki tingkat stres tinggi.

Alasan utama munculnya Post Holiday Blues sering kali terkait dengan perubahan rutinitas yang drastis. Selama liburan, jadwal menjadi lebih santai, tanpa beban pekerjaan atau tugas harian. Begitu liburan berakhir, kita harus kembali ke realita rutinitas yang padat dan terkadang membosankan. Transisi ini sering memicu rasa stres dan ketidaknyamanan emosional.

“Pertama karena adanya perubahan rutinitas yang drastis. Selama liburan, kita kan terbiasa dengan jadwal yang santai, menyenangkan, tanpa beban pekerjaan atau tugas-tugas harian yang menumpuk. Begitu liburan berakhir, kita harus kembali ke realita rutinitas yang padat dan terkadang membosankan. Nah, transisi inilah yang sering kali memicu rasa stres dan ketidaknyamanan emosional,”

Selain itu, penurunan hormon dopamin juga menjadi faktor penting. Selama liburan, tubuh melepaskan dopamin karena aktivitas menyenangkan. Ketika liburan usai, kadar dopamin menurun secara tiba-tiba, membuat seseorang merasa hampa atau kurang bersemangat.

“Kedua, adanya penurunan hormon dopamin. Selama liburan, tubuh kita banyak melepaskan hormon dopamin karena banyaknya aktivitas yang menyenangkan. Saat liburan berakhir, kadar dopamin ini menurun secara tiba-tiba, yang kemudian membuat kita merasa hampa atau kurang bersemangat,”

Faktor kelelahan fisik dan finansial juga dapat memicu Post Holiday Blues. Perjalanan jauh, kurang tidur selama liburan, dan pengeluaran yang meningkat dapat menambah beban pikiran.

“Ketiga, faktor kelelahan fisik dan finansial. Perjalanan jauh, kurang tidur selama liburan, hingga pengeluaran yang mungkin membengkak saat masa libur, itu juga bisa menjadi beban pikiran yang memicu Post-Holiday Blues,”

Untuk mengatasi kondisi ini, Sairah menyarankan transisi aktivitas secara perlahan. Tidak perlu memaksakan diri bekerja dengan intensitas tinggi pada hari pertama kembali. Istirahat yang cukup, pola makan sehat, dan merencanakan aktivitas kecil yang menyenangkan di sela‑sela rutinitas dapat membantu.

“Untuk mengatasinya, penting bagi kita untuk melakukan transisi secara perlahan. Jangan langsung memaksakan diri bekerja dengan intensitas tinggi di hari pertama kembali. Luangkan waktu untuk istirahat yang cukup, tetap menjaga pola makan yang sehat, dan mungkin mulai merencanakan aktivitas kecil yang menyenangkan di sela‑sela kesibukan rutinitas kembali, menetapkan target dan fokus terhadap hal baru yang ingin dicapai,”

Jumat (27 Maret 2026) menandai kapan banyak orang mulai merasakan dampak Post Holiday Blues. Memahami penyebab dan menerapkan langkah-langkah sederhana dapat membantu meminimalisir efek negatif setelah liburan berakhir.

Post Holiday Bluesstres kerjaperubahan rutinitasdopaminkelelahan fisiktransisikesehatan mental

Komentar

Memuat komentar...