Sharenting: 85% Orang Tua Hindari Data Sensitif di Media Sosial
Gambar atau konten salah?
Di era digital, kebiasaan orang tua membagikan foto, video, dan aktivitas anak di media sosial—yang sering disebut sharenting—menjadi topik hangat. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh perusahaan keamanan siber Kaspersky bekerja sama dengan Singapore Institute of Technology (SIT) menunjukkan bahwa unggahan sederhana dapat membuka pintu bagi penyalahgunaan data pribadi anak.
Studi berjudul Small Shares, Big Risks: How Parents Assess Threats and Cope with Sharing of Children's Data melibatkan 152 responden dari sembilan negara, termasuk Indonesia, Singapura, Malaysia, India, Filipina, dan Mesir. Peneliti bertujuan memahami bagaimana orang tua menilai risiko saat membagikan kehidupan anak secara daring dan sejauh mana mereka melindungi privasi digital keluarga.
Menurut Senior Manager Cyber Safety Education Asia Pasifik Kaspersky, Trisha Octaviano, membagikan momen keluarga di media sosial memang dapat mempererat hubungan sosial dan dukungan antar orang tua. Namun, ia menegaskan, “Seiring bertambahnya usia orang tua, mereka biasanya menjadi lebih peka terhadap ancaman dan kerentanan, baik daring maupun luring, sehingga lebih proaktif dalam melindungi anak-anak mereka,” ujarnya dikutip Selasa (19 Mei 2026).
Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas orang tua sudah mulai menyadari pentingnya menjaga privasi digital anak. Sebanyak 85 % responden mengaku menghindari membagikan informasi sensitif seperti tanggal lahir, alamat rumah, dan sekolah anak. Selain itu, 84 % orang tua membatasi akses unggahan hanya untuk keluarga dan teman dekat, sementara 80 % menghapus izin resharing agar konten tidak mudah disebarluaskan pihak lain.
Keamanan tidak hanya berhenti pada pengaturan privasi. Sekitar 78 % responden juga menonaktifkan fitur metadata dan geotagging pada foto untuk mencegah kebocoran lokasi anak. Langkah ini penting, karena metadata dapat menyimpan informasi GPS yang memungkinkan pelacakan lokasi secara real‑time.
Temuan menarik lainnya menunjukkan bahwa ibu cenderung lebih berhati-hati dibanding ayah dalam aktivitas berbagi konten anak di media sosial. Penelitian menyebut naluri protektif ibu di dunia nyata juga terbawa ke ruang digital. Para ibu dinilai lebih percaya diri dalam menerapkan langkah‑langkah keamanan privasi dan lebih yakin terhadap pentingnya perlindungan data anak.
Menurut Wakil Direktur Academy of Learning and Teaching SIT, Jiow Hee Jhee, “Berbagi momen keluarga secara daring memang dapat menciptakan koneksi dan dukungan, tetapi juga dapat mengekspos anak-anak pada risiko yang sering kali tidak terlihat seperti profiling, pelacakan yang tidak diinginkan, dan penyalahgunaan informasi pribadi,” jelasnya. Ia menekankan bahwa perlindungan jejak digital anak dimulai dari keputusan kecil sehari‑hari yang dilakukan orang tua saat menggunakan media sosial.
Beberapa langkah pencegahan yang disarankan meliputi: mengatur akun media sosial menjadi privat, menghapus metadata dan lokasi pada foto, membatasi informasi pribadi anak yang diunggah, serta rutin memeriksa pengaturan privasi akun. Orang tua juga diimbau untuk menghindari unggahan yang memperlihatkan lokasi rutin anak seperti sekolah, tempat les, atau klub olahraga, karena dapat dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab.
Selain itu, pengawasan aktivitas digital anak dan edukasi keamanan siber di lingkungan keluarga dianggap sebagai langkah penting untuk mengurangi risiko sharenting. Dengan memahami bagaimana data dapat diproses dan disalahgunakan, orang tua dapat membuat keputusan yang lebih bijaksana mengenai apa yang dibagikan secara online.
Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa meskipun sharenting dapat mempererat hubungan sosial, ia juga membawa risiko signifikan bagi privasi dan keamanan anak. Kesadaran dan tindakan proaktif dari orang tua menjadi kunci untuk melindungi generasi digital berikutnya dari potensi penyalahgunaan data yang tersembunyi di balik setiap unggahan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz