Sikap Tenang Jemaah Idul Adha di Masjid Al A'la Gianyar

Dian P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 54 dibaca
Bisik.id
Sikap Tenang Jemaah Idul Adha di Masjid Al A'la Gianyar

Gambar atau konten salah?

Di pagi hari 27 Mei 2026, suara deru kendaraan bermotor terdengar di antara jamaah yang sedang menunaikan salat Idul Adha di depan Masjid Agung Al A'la, Jalan Kesatrian nomor 16, Gianyar. Meski begitu, keheningan ibadah tetap terjaga, menandakan bahwa kebisingan tidak mengurangi kekhusyukan para jemaah.

“Ya, mau bagaimana lagi. Memang jemaahnya banyak. Tapi, tidak mengurangi kekhusyukan,” ujar Asrofi, salah seorang jemaah yang ditemui di Jalan Kesatrian. Ia datang terlambat dan memilih bergabung di jalan karena masih ada satu tempat kosong di dalam masjid. Menurutnya, kebiasaan para jemaah memilih salat di jalan sudah terpatri sejak tahun-tahun sebelumnya.

Asrofi menjelaskan, “Memang banyak jemaah yang memilih salat di jalan depan masjid. Karena sedikit jemaah yang pulang kampung saat Idul Adha tahun ini, jadi yang salat banyak juga.” Ia menegaskan bahwa kehadiran kendaraan tidak mengganggu kekhusyukan, karena niat beribadah tetap menjadi fokus utama.

“Soal kekhusyukan, seharusnya tidak terganggu. Itu juga kalau memang niatnya beribadah,” kata Jamal, warga Gianyar yang juga hadir di masjid. Ia menambahkan bahwa para jemaah biasanya tidak pernah sepenuhnya terisi di masjid pada hari raya Islam apa pun. “Ya memang begini hari raya. Banyak yang salat Idul Adha di jalan depan masjid,” tambahnya.

Salat Idul Adha di masjid tersebut dimulai pukul 07.00 Wita. Sejak pukul 06.00 Wita, area di dalam masjid sudah penuh dengan jamaah. Jalan Kesatrian di depan masjid langsung ditutup setelah dipenuhi jamaah, sementara perempatan Jalan Kesatrian‑Jalan Ngurai Rai Gianyar dan Jalan Majapahit‑Jalan Erlangga dijaga oleh polisi, TNI, pecalang, dan personel Dinas Perhuhungan Gianyar.

Untuk mengatasi arus lalu lintas, kendaraan yang melintas di perempatan Jalan Kesatrian, Jalan Erlangga, dan Jalan Majapahit dialihkan ke pasar rakyat Gianyar dan ke Jalan Kebo Iwa di belakang lokasi protek pusat pemerintahan. Mobil, motor, hingga truk sampah terpecah ke dua arah saat akan melintas di perempatan tersebut.

Kapolsek Gianyar Kompol I Made Adi Suryawan menjelaskan bahwa pengalihan arus lalu lintas dilakukan untuk mengamankan salat Idul Adha di masjid. Ia menegaskan bahwa skenario pengalihan ini tidak berubah, baik saat Idul Adha, Idul Fitri, maupun hari besar Islam lainnya yang menggelar salat di masjid itu.

“Karena skenario pengalihan itu yang memungkinkan dan biasa dilakukan saat banyak yang salat di masjid,” kata Suryawan. Ia menambahkan, “Ada warga yang mau ke pasar, ada yang ke arah lain. Supaya tidak jauh-jauh.”

Dengan demikian, meskipun kendaraan bermotor melintas di sekitar masjid, kegiatan ibadah tetap berlangsung dengan tenang. Pengaturan lalu lintas yang terkoordinasi oleh aparat, serta kesadaran jamaah untuk tetap fokus, menjadikan Idul Adha di Masjid Agung Al A'la berlangsung lancar.

Acara ini menunjukkan bagaimana masyarakat Gianyar dapat menyeimbangkan kebutuhan ibadah dengan kenyataan kehidupan kota. Kesadaran akan pentingnya menjaga ketenangan selama salat, serta kerja sama antara aparat dan warga, menjadi kunci utama dalam memastikan ibadah tetap khusyuk meski di tengah keramaian.

Idul AdhaMasjid Agung Al A'laGianyarkendaraan bermotorpengalihan arus lalu lintaspolriTNIjamaah

Komentar

Memuat komentar...