Sinar Biru Layar Menurunkan Kualitas Tidur dan Mata
Gambar atau konten salah?
Perangkat elektronik dengan layar LED sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas harian. Namun, sinar Blue light yang dipancarkan layar tersebut dapat mengganggu pola tidur dan kesehatan mata.
Menurut penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Keseharian Masyarakat Prepotif, paparan Blue light terutama memengaruhi dua hal: perubahan fase tidur dan gangguan visual yang dikenal sebagai Digital Eye Strain (DES) atau computer vision syndrome. “Dampak klinis yang paling sering dibahas terbagi menjadi dua domain utama, yaitu gangguan tidur akibat supresi melatonin dan perubahan fase tidur, dan gejala visual akut yang dikenal sebagai digital eye strain (DES) atau computer vision syndrome, seperi mata kering, kelelahan visual, penglihatan kabur, dan sakit kepala,” tulis laporan tersebut.
Penelitian tersebut menyoroti bahwa meski masih memerlukan studi lebih lanjut, banyak tinjauan menunjukkan bahwa paparan layar di malam hari dapat menurunkan kualitas tidur. “Banyak tinjauan dan studi eksperimental menunjukkan bahwa paparan layar di malam hari dapat memendekkan total waktu tidur, menunda inisiasi tidur, dan menurunkan subjektivitas kualitas tidur pada sejumlah populasi,” lanjutnya.
Alasan fisiologisnya terletak pada sel ganglion retina yang responsif terhadap cahaya biru, khususnya panjang gelombang sekitar 460–480 nm. Sel ini mengandung melanopsin, yang ketika terpapar cahaya biru dapat menekan sekresi melatonin dan meningkatkan kewaspadaan. Akibatnya, sebelum tidur, tubuh sulit merasakan rasa ngantuk dan tidur menjadi lebih lama serta kurang nyenyak.
Selain gangguan tidur, paparan Blue light juga menambah beban pada mata. Selama penggunaan layar, mata harus menyesuaikan fokus secara terus-menerus, sehingga dapat menimbulkan:
- Mata kering
- Kelelahan visual
- Penglihatan kabur
- Sakit kepala
Meski efek ini menimbulkan ketidaknyamanan, penelitian terbaru menegaskan bahwa tidak ada bukti kerusakan mata permanen akibat paparan Blue light. Efeknya bersifat fungsional dan dapat kembali normal setelah beristirahat.
Untuk mengurangi risiko, disarankan mengatur durasi penggunaan perangkat, mengambil istirahat visual secara berkala, dan membatasi paparan layar sebelum tidur. Dengan langkah sederhana ini, kualitas tidur dan kesehatan mata dapat dipertahankan.
Penelitian ini menegaskan bahwa paparan Blue light di malam hari dapat memengaruhi pola tidur dan menimbulkan ketidaknyamanan mata, namun tidak menyebabkan kerusakan permanen. Menjaga durasi dan frekuensi penggunaan layar, serta memberikan waktu istirahat bagi mata, merupakan cara efektif untuk meminimalkan dampak negatif tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Trump Klaim Kesepakatan Iran, Selat Hormuz Akan Terbuka
Hujan Sedang di Sumut, Siang dan Sore Penuh Risiko Banjir
Bersihkan Karpet di Rumah dengan Cuka dan Baking Soda Efektif
MotoGP Ceko 2026: Jadwal Lengkap dan Tantangan Marc Marquez
Indonesia Raih Tiga Wakil Final Australian Open 2026
Alwi Farhan Berhasil Masuk Final Australian Open 2026 di Sydney
Berita Terbaru
Polrestabes Tutup Jalan Malam 1 Suro untuk Acara Silat
Febriana-Meilysa Runner‑up Ganda Putri Australian Open 2026
IHSG Menguat, Dony Oskaria Tegaskan Kepercayaan Investor
Bansos PKH BPNT 2026 Tidak Cair karena Update Data
Australia 1‑0 Turki, Irankunda Jebol Di Piala Dunia 2026
Timnas Inggris tetap fokus, sepatu Kane hilang di Florida
Trump Klaim Kesepakatan Iran, Selat Hormuz Akan Terbuka
