Siswi SMAN 1 Semarang Main Karawitan di Hari Kartini
Gambar atau konten salah?
Di SMAN 1 Semarang, peringatan Hari Kartini digelar dengan meriah. Salah satu sorotan adalah penampilan karawitan yang biasanya dibawakan siswa laki-laki, kini tampil oleh siswi.
Para siswi mengenakan kebaya, memainkan berbagai alat musik tradisional. Mereka memutar lagu-lagu kebangsaan dan daerah: Indonesia Raya, Ibu Kita Kartini, Gugur Gunung, Suwe Ora Jamu. Alunan gamelan mengiringi puisi tentang Raden Ajeng Kartini.
Karawitan, seni musik tradisional Jawa, biasanya menampilkan alat musik seperti saron, kendang, demung, dan peking. Pada malam itu, siswi-siswi menampilkan keahlian mereka, menegaskan bahwa musik tidak memandang gender.
"Ini khusus Kartinian saja, untuk menggambarkan kesetaraan, bahwa perempuan juga bisa main musik, nggak cuma laki-laki," kata Bella kepada detikJateng di SMAN 1 Semarang, Selasa (21/4/2026).
"Ini istimewa banget karena biasanya yang main laki-laki. Makanya hari ini terasa istimewa karena full perempuan, termasuk yang main kendang. Ini bukti perempuan juga bisa melakukan semuanya," tambahnya.
"Jadi kayak alat musik dan profesi yang biasa dimainkan laki-laki ternyata juga bisa dimainkan perempuan. Saya merasa sangat istimewa dan terhormat," lanjutnya.
"Awalnya pasti sulit, tapi seiring berjalannya waktu dengan latihan terus lama-lama pasti bisa. Aku persiapan kemarin 2 minggu, sebelumnya belum pernah pegang kendang," ungkapnya.
"Tapi untuk Kartinian ini saya mencoba hal baru, kendang. Kalau kendang itu ada tekniknya, nggak bisa sembarangan nabuh," ujarnya.
"Ini spesial karena Hari Kartini, menunjukkan derajat perempuan dan laki-laki itu sama. Menggambarkan kesetaraan gender dan kita menghargai perempuan," ujarnya.
Selain karawitan, hari itu juga diisi lomba, tari, catwalk, dan drama. Semua kegiatan dirancang untuk menampilkan semangat Kartini kepada siswa.
"Ini adalah bagian penting untuk ekspresi mereka memeriahkan Hari Kartini. Daei performance tari, karawitan, ada juga lagu Indonesia Raya diiringi musik gamelan," terangnya.
"Kartini adalah seorang perempuan bermimpi besar, think big. Beliau juga berusaha keras mewujudkan mimpinya. Waktu itu tidak mudah untuk bermimpi besar," kata dia.
"Jadi untuk Smansa yang harus dimiliki adalah berpikir besar. Orang yang hebat dimulai dengan mimpi yang besar," lanjutnya.
Acara ini menegaskan bahwa kesetaraan gender bukan sekadar slogan, melainkan praktik nyata di ruang kelas. Melalui musik, tari, dan drama, siswa belajar bahwa perempuan dapat memegang alat musik tradisional, memimpin pertunjukan, dan menginspirasi teman-teman. Semangat Hari Kartini tetap hidup, mengajak generasi muda untuk bermimpi besar dan berani bertindak.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
