SMK Negeri 1 Gido Dipindah, Rp 4,5 Miliar Dipakai di Nias
Gambar atau konten salah?
SMK Negeri 1 Gido di Kabupaten Nias, Sumatera Utara, akan dipindahkan ke lokasi baru. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Provinsi Sumut) mengalokasikan Rp 4,5 miliar untuk proyek ini, yang tercatat di Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Sumut dengan kode tender 10132142000.
Informasi tentang rencana relokasi ditemukan di situs resmi SPSE Sumut pada 15 Mei 2026. Teksnya menyebutkan “Relokasi SMKN 1 Gido” dan menampilkan paket tersebut di bawah Dinas Pendidikan Sumut.
Anggaran paket sebesar Rp 4.503.060.000 berasal dari APBD Sumut 2026. Nilai HPS (Harga Perkiraan Sementara) tercatat Rp 4.500.073.739,37, menandakan kesesuaian antara anggaran dan estimasi biaya.
Sebelumnya, siswa dan guru SMK Negeri 1 Gido mengeluhkan kondisi ruang belajar. Bangunan ini terbuat dari papan, dan ketika hujan, mereka tidak dapat belajar karena lantai basah.
Lokasi sekolah berada di Desa Somi, Kecamatan Gido. Bangunan hanya satu baris, memanjang di sepanjang pinggir laut. Terdapat tiga ruang kelas, satu ruang guru, dan satu ruang kepala sekolah. Sisi bangunan terbuat dari papan, atapnya seng, dan tidak ada plafon.
Seorang guru, Mardalena Lase, menjelaskan bahwa bangunan tersebut awalnya dibangun secara swadaya masyarakat dan kemudian diubah menjadi SMK Negeri pada tahun 2023. Ia berkata, “Bangunan ini semuanya swadaya masyarakat.”
Jumlah siswa di SMK Negeri 1 Gido kini mencapai 146 orang. Setiap tahun jumlah siswa bertambah; pada tahun pertama hanya ada 20 siswa. Sekolah ini baru berdiri pada tahun 2023, dan bulan April tahun ini akan menamatkan kelas XII.
Menurut Mardalena, sekolah memiliki 22 guru, satu tata usaha, dan dua orang satpam. Dari 22 guru, hanya satu yang PNS (kepala sekolah). Sisanya masih honorer.
SMK Negeri 1 Gido hanya menawarkan satu jurusan, yaitu perikanan. Jurusan ini memiliki tiga rombongan belajar: kelas 1 terdiri dari tiga rombongan, kelas 2 dua rombongan, dan kelas 3 satu rombongan.
Bangunan sekolah dianggap kurang layak untuk kegiatan belajar mengajar. Mardalena berharap sekolah dapat dibangun kembali dengan fasilitas yang memadai. Ia mengungkapkan, “Seandainya kami dibangunkan bangunan baru, sekolah yang layak.”
Siswi kelas XII, Mervinda Gulo, menambahkan bahwa ruangan belajar sangat panas saat terik matahari, membuat proses belajar tidak nyaman. Ia berkata, “Belajar kek kondisi kek gini sih lingkungannya nyaman, cuman tempatnya kalau panas gini sangat panas kali, jadi belajarnya nggak enak gitu.”
Ruangan belajar sering bolong, sehingga saat hujan meja dan lantai basah. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar ditunda. Mervinda menjelaskan, “Kalau hujan juga ruangannya ada yang bolong-bolong, mejanya basah, jadi belajarnya ditunda dulu kalau ada hujan.”
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, meninjau kondisi sekolah saat kunjungan ke Nias. Ia mengamati bahwa siswa sangat antusias belajar, namun fasilitas masih memprihatinkan. Ia berkata, “Melihat SMK Negeri 1 Gido yang secara antusias muridnya sangat baik dan tiap tahun penambahan siswanya juga sangat luar biasa, namun fasilitasnya masih sangat memprihatinkan.”
Bobby menyatakan bahwa pemerintah provinsi akan mengembangkan SMK ini secara keseluruhan. Namun, masih ada beberapa hal yang perlu didiskusikan, termasuk lokasi. Ia menambahkan, “Jadi kita ingin membangun secara utuh SMK ini sehingga bisa menjadi kebanggaan nanti di Kabupaten Nias, kalau penganggaran bisa kita lakukan tahun ini, tapi ada tadi ada sedikit yang perlu kamu diskusikan antara Pemprov dan Pemkab dan perlu kita sepakati dulu pembangunannya, lokasinya.”
Bupati Nias, Yaatulo Gulo, menjelaskan bahwa masalah lahan terkait keberadaan sekolah di lahan sawah dilindungi (LSD). Ia menyatakan, “Lokasi koordinatnya masuk LSD lahan sawah dilindungi secara tata ruang yang sudah ditetapkan jauh-jauh sebelumnya.”
Yaatulo menambahkan bahwa kemungkinan lokasi sekolah akan dipindahkan jika dibangun. Ada opsi lahan yang dapat dijadikan pembangunan sekolah, namun harus dilihat terlebih dahulu. Ia menyimpulkan, “Namun tadi ada solusi opsi pindah tidak jauh-jauh, tetap di kawasan desa dan lebih dekat juga katanya mudah-mudahan ke siswa-siswinya, makanya saya pengen lihat dulu.”
Rencana relokasi SMK Negeri 1 Gido menyoroti kebutuhan mendesak akan fasilitas pendidikan yang layak. Pemerintah provinsi berencana alokasikan dana dan meninjau opsi lokasi baru, sementara pihak daerah menegaskan batasan lahan. Kesiapan semua pihak akan menentukan kapan sekolah ini dapat beroperasi di tempat yang aman dan nyaman bagi siswa dan guru.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
