SMK Nurul Ikhwan Juara Bulutangkis Porismas 2026 di GOR Dojo

Fajar H. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 73 dibaca
Bisik.id
SMK Nurul Ikhwan Juara Bulutangkis Porismas 2026 di GOR Dojo

Gambar atau konten salah?

Riuh tepuk tangan menggema di GOR Dojo, Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi, saat final bulutangkis ajang pelajar berlangsung. Dua pasangan saling menyerang, smash keras, drop shot tipis, penyelamatan dramatis. Penonton terkesan.

Di tengah suasana panas, pasangan SMK Nurul Ikhwan keluar sebagai juara. Salah satu pilar kemenangan, Muhammad Rizki Albian, tak bisa menyembunyikan rasa harunya.

“Senang banget, Alhamdulillah. Ini juga pertama kali saya ikut, kemarin sempat nggak ikut,” kata Albian usai laga, masih dengan napas tersengal saat ditemui di GOR Dojo, Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi, Jumat, 1 Mei 2026.

Final bulutangkis dalam ajang Pekan Olahraga Integrasi Siswa dan Masyarakat (Porismas) 2026 ini berlangsung ketat. Albian dan pasangannya harus melalui tiga set untuk memastikan gelar juara. Mereka menang di set pertama 21-14, sempat kehilangan momentum di set kedua 15-21, sebelum akhirnya mengunci kemenangan di set penentuan dengan skor 21-11.

“Yang paling sulit tadi pas semifinal sama final,” ujarnya.

Gelarnya diraih tanpa persiapan panjang sebagai pasangan tetap. Keduanya berasal dari klub berbeda dan baru dipasangkan untuk mewakili sekolah. “Latihan sih pasti, sama disiplin. Itu saja. Kalau untuk pasangan, ya saling percaya sama partner, saling ngobrol,” ucap siswa kelas 11 itu.

Meski baru pertama kali turun membawa nama sekolah, Albian bukan wajah baru di dunia bulutangkis. Ia mengaku sudah menekuni olahraga ini sejak kelas 5 SD dan sempat mengikuti sejumlah turnamen dengan membawa nama klub, seperti di FISIP UI dan Bumi Siliwangi.

Di lapangan, gaya bermain Albian cenderung agresif. Ia mengidolakan atlet Malaysia, Goh V Shem, yang dikenal dengan permainan menyerang di sektor ganda putra. “Menurut saya gaya mainnya mirip, lebih ke menyerang,” katanya.

Ke depan, Albian menatap target lebih tinggi. Ia berharap kemenangan ini menjadi pijakan awal untuk menembus level nasional. “Pengennya bisa masuk Pelatnas,” ucapnya mantap.

Sementara itu, pasangannya, Alfadhli Abdillah, turut menjadi bagian penting dalam keberhasilan ini. Meski baru dipasangkan, keduanya mampu menunjukkan chemistry yang solid di lapangan, modal berharga untuk melangkah lebih jauh di dunia bulutangkis.

Jabatan Kepala Setukpa Lemdiklat Polri, Brigjen Pol Dirin, menilai gelaran Porismas yang telah berlangsung selama tiga hari berjalan semarak. Ia menyebut, antusiasme peserta dan masyarakat menjadi catatan positif dalam penyelenggaraan tahun ini. “Porismas ini sudah berlangsung tiga hari dan lumayan ramai. Antusiasnya sangat bagus. Kami berharap ini bisa diambil hikmahnya, terutama sebagai kontribusi untuk kabupaten kota, khususnya dalam kemajuan olahraga generasi muda,” ujarnya.

Dirin menegaskan, ajang seperti ini penting untuk membuka ruang bagi generasi muda menyalurkan energi ke arah yang lebih positif. Ia berharap para peserta bisa menjadikan olahraga sebagai jalan meraih prestasi, bukan terjerumus ke aktivitas negatif. “Responsnya luar biasa. Saya berharap pemuda-pemuda di sini tidak ke geng motor atau narkoba, tapi membina prestasi olahraga,” tegasnya.

Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk memberikan dukungan nyata kepada atlet-atlet muda berprestasi, seperti program pembinaan atau beasiswa agar potensi yang sudah terlihat bisa terus berkembang.

Sementara itu, Komandan Resimen Desaka Dhira Pradipha Angkatan ke-55, Berlin Sinaga, menyebut persiapan Porismas 2026 telah dilakukan sejak jauh hari. Meski di tengah padatnya aktivitas pendidikan di Setukpa, panitia tetap berkomitmen menyukseskan kegiatan tersebut. “Persiapan sudah kami lakukan sejak akhir Februari. Di tengah kegiatan rutin seperti PBM, olahraga, dan pembinaan fisik, kami tetap fokus mempersiapkan Porismas ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, Porismas merupakan kelanjutan tradisi lama yang sudah berjalan sejak era Akademi Kepolisian, sehingga memiliki nilai historis sekaligus pembinaan. Meski mengakui sebagai pengalaman perdana dalam kepanitiaan, Berlin menilai pelaksanaan kegiatan sudah berjalan maksimal. Namun, evaluasi tetap akan dilakukan untuk penyempurnaan ke depan. “Kami menyadari masih ada kekurangan, tapi ini sudah maksimal kami lakukan. Kami juga memohon bimbingan dari pimpinan untuk evaluasi ke depan,” katanya.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan medali, piagam, dan uang pembinaan kepada para atlet. Ke depan, pihaknya berharap dukungan pemerintah daerah dapat lebih ditingkatkan agar Porismas semakin berkembang. “Harapan kami, pemerintah bisa lebih banyak terlibat lagi. Karena ini bukan hanya kegiatan Setukpa, tapi juga membawa nama baik Kota Sukabumi,” pungkasnya.

Keberhasilan SMK Nurul Ikhwan di Porismas menyoroti potensi atlet muda yang dapat tumbuh tanpa persiapan formal panjang. Keterbukaan dan kepercayaan antar pasangan, didukung oleh antusiasme masyarakat, menjadi kunci kemenangan. Dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan lembaga pendidikan akan memperkuat fondasi olahraga generasi muda di Sukabumi.

Porismas 2026bulutangkisSMK Nurul IkhwanSetukpa Lemdiklat Polri SukabumiMuhammad Rizki AlbianPekan Olahraga Integrasi Siswa dan MasyarakatOlahraga generasi muda

Komentar

Memuat komentar...