SMPN 5 Pupuan, Disdik Tabanan Atasi Rendahnya Siswa

Teguh A. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 66 dibaca
Bisik.id
SMPN 5 Pupuan, Disdik Tabanan Atasi Rendahnya Siswa

Gambar atau konten salah?

SMPN 5 Pupuan di Tabanan sedang menghadapi risiko kekurangan siswa pada tahun ajaran baru. Banyak lulusan sekolah dasar (SD) di Desa Munduk Temu justru memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah lain, bahkan ke luar kabupaten.

Situasi ini memaksa Dinas Pendidikan (Disdik) Tabanan turun tangan. Sekolah pedesaan tersebut dinilai kurang populer karena stigma sekolah favorit dan masalah akses.

I Gusti Putu Ngurah Darma Utama, Kepala Dinas Pendidikan Tabanan, menyatakan bahwa pihaknya telah turun langsung ke lokasi. Ia mengumpulkan tokoh masyarakat, pemerintah desa, bendesa adat, komite sekolah, dan SD pendukung untuk memperkuat komitmen bersama.

Langkah ini bertujuan agar lulusan SD di wilayah setempat tetap melanjutkan pendidikan ke SMPN 5 Pupuan dan tidak memilih sekolah di luar daerah.

“Ada tiga SD pendukung di wilayah tersebut dan sudah kami undang. Harapannya tidak ada lagi warga yang memilih sekolah ke luar daerah, padahal di desa sudah ada SMP. Soal stigma sekolah favorit, sekarang ini sudah tidak ada istilah seperti itu,” ujar Darma Utama, Rabu (03 Juni 2026).

Darma Utama menekankan bahwa pemerataan jumlah siswa penting untuk menjaga keberlangsungan sekolah-sekolah di pedesaan. Ia juga menilai bahwa upaya ini dapat mencegah penumpukan siswa di sekolah perkotaan maupun SMP lain di wilayah Pupuan.

Menurutnya, dari sisi mutu, sarana prasarana, dan tenaga pendidik, SMPN 5 Pupuan sudah sangat memadai. Sekolah tersebut telah direhabilitasi beberapa tahun lalu, dan evaluasi pendidikan menunjukkan kualitas yang baik.

I Putu Suarta, Kepala SMPN 5 Pupuan, mengakui bahwa jumlah siswa pendukung dari SD sekitar masih terbatas. Tahun ini, total lulusan dari tiga SD pendukung hanya sekitar 32 siswa. Padahal, target penerimaan siswa baru mencapai dua rombongan belajar (rombel) dengan masing-masing 20 siswa.

“Tahun lalu kami hanya mendapat 14 siswa dari dua rombel. Tahun ini mudah-mudahan bisa memenuhi target,” tuturnya.

Suarta menyebut sebagian lulusan SD di Desa Munduk Temu lebih memilih sekolah ke SMP lain di Pupuan hingga ke wilayah Kabupaten Buleleng, seperti SMPN 5 Busungbiu.

Berbagai upaya telah dilakukan pihak sekolah, mulai dari koordinasi dengan tokoh masyarakat hingga pembuatan surat pernyataan dukungan. Namun, persepsi soal fasilitas sekolah yang dianggap kurang memadai masih menjadi kendala di masyarakat.

“Padahal fasilitas seperti lapangan basket dan voli sudah ada. Termasuk guru sudah lengkap. Hanya lapangan sepak bola yang belum tersedia karena keterbatasan lahan,” pungkasnya.

Secara keseluruhan, SMPN 5 Pupuan menghadapi tantangan rendahnya siswa. Pemerintah dan sekolah berusaha meningkatkan retensi siswa lokal, menekankan pentingnya fasilitas dan kualitas pendidikan untuk mengatasi stigma dan memotivasi keluarga setempat agar anak-anak mereka tetap belajar di sekolah berdekatan.

SMPN 5 Pupuankekurangan siswaDesa Munduk TemuDinas Pendidikan Tabananstigma sekolah favoritretensi siswafasilitas sekolahkualitas pendidikan

Komentar

Memuat komentar...