Sopir Pingsan di Jalan Puncak, Membuat Kemacetan Saat Mudik

Teguh A. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 38 dibaca
Bisik.id
Sopir Pingsan di Jalan Puncak, Membuat Kemacetan Saat Mudik

Gambar atau konten salah?

Driver pingsan di Jalan Raya Puncak

Di Jalan Raya Puncak, tepatnya di kawasan Pasar Cipanas, Kabupaten Cianjur, seorang pria berusia 24 tahun bernama Andi Muhammad Rizal kehilangan kesadaran saat mengendarai mobil pikap. Kejadian ini terjadi pada (19 Maret 2026). Pengemudi sempat menepikan kendaraannya sebelum pingsan, sehingga tidak menimbulkan kecelakaan. Namun kendaraan yang belum sepenuhnya berderet mengakibatkan kemacetan dan antrean kendaraan.

Petugas Satlantas Polres Cianjur, Aang Andi Suhandi, menilai bahwa mobil pikap masih sedikit di tengah jalan. Saat datang, pengemudi tidak sadarkan diri. Petugas berusaha membangunnya tanpa berhasil, lalu evakuasi ke rumah sakit. Penyebab pingsan masih dalam pemeriksaan dokter.

Aang Andi Suhandi mengingatkan pengendara agar tidak memaksakan diri berkendara ketika tubuh tidak fit atau mengantuk, terutama saat arus mudik.

Wanita tertinggal di Rest Area Tol Cipali

Satu pemudik terhenti di Rest Area Km 130 Tol Cipali pada (18 Maret 2026). Ia terpisah dari rombongan saat salat subuh. Setelah tidak dapat meminjam ponsel, ia meminta bantuan polisi. Polisi bernama Akung meminjamkan ponsel dan menjemputnya menuju tempat keluarganya menunggu.

Polisi menjelaskan bahwa satu arah (one way) di area tersebut tidak memungkinkan kembali ke titik awal, sehingga pemudik tersebut harus diantar ke keluarganya. Pemudik tersebut berakhir di tempat keluarganya dengan aman.

Ambulans di Garut disita polisi

Petugas Satlantas Polres Garut menahan dua unit ambulans yang melaju cepat di jalur mudik Garut pada (18 Maret 2026). Petugas mengamati ambulans tersebut melintasi perbatasan Garut‑Tasikmalaya tanpa memperhatikan keselamatan pengguna jalan lain.

Setelah dideteksi tidak ada pasien di salah satu ambulans, petugas menemukan perlengkapan mudik milik swasta di bagian belakang kendaraan. Sopir mengaku hendak mudik ke kampung halamannya. Kendaraan tidak memiliki STNK yang sah, dan sopir tidak memiliki SIM. Ambulans tersebut disanksi tilang.

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan kendaraan dengan status khusus seperti ambulans untuk kepentingan pribadi.

Pemudik berjalan kaki dari Cikarang ke Kebumen

Saeful Toni, 63 tahun, seorang buruh bangunan, kehilangan uang tunai dan ponselnya di Terminal Cikarang, Bekasi. Ia memutuskan berjalan kaki dari Cikarang menuju Kebumen, Jawa Tengah, pada (18–19 Maret 2026). Ia berhenti di masjid‑masjid sepanjang perjalanan dan menerima sedekah untuk makanan.

Anggota Propam Polres Ciamis, Aipda Agus Narto, menemui Saeful di Pos Mudik Karangkamulyan. Setelah mendengar cerita, Agus membawanya ke Terminal Bus di Kota Banjar. Semua biaya perjalanan, termasuk tiket bus, ditanggung oleh Agus.

Saeful akhirnya dapat melanjutkan perjalanan tanpa harus berjalan kaki lagi dan sampai tujuan dengan aman.

Ringkasan

Berbagai peristiwa selama mudik di wilayah Jawa Barat menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dan bantuan antarwarga. Dari pingsan sopir di Puncak, pemudik tertinggal di Tol Cipali, ambulans disita di Garut, hingga pemudik berjalan kaki dari Cikarang ke Kebumen, semua kejadian memunculkan peran penting petugas satlantas dan kepedulian masyarakat. Keselamatan di jalan dan pertolongan sebisa mungkin tetap menjadi fokus utama pemerintah daerah.

MudikSopir pingsanArea IstirahatAmbulansOne WayPolisiKebumen

Komentar

Memuat komentar...