SPMB 2026: Daerah Beda Bobot TKA, Keadilan Dijaga
Gambar atau konten salah?
Bobot nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada jalur prestasi SPMB 2026 berbeda-beda di setiap daerah. Setiap daerah diberi kebebasan untuk menentukan cara menghitung nilai gabungan.
Di SPMB DKI Jakarta, rata-rata nilai TKA diberi bobot 30% dan nilai rapor 70%. Bobot ini dihitung dari rata-rata nilai rapor dan nilai TKA.
Berbeda, di SPMB DI Yogyakarta, nilai TKA masuk ke dalam perhitungan Nilai Gabungan bersama Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) dan nilai rapor. Penjumlahan nilai TKA dan TKAD diberi bobot 60%, sedangkan rata-rata nilai rapor diberi bobot 40%.
Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Gogot Suharwoto menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki keleluasaan untuk memanfaatkan hasil TKA. Ia berkata, “Ya, intinya daerah diberi keleluasaan untuk memanfaatkan TKA. Karena itu sudah diatur dalam Permendikdasmen. Kita sudah antisipasi sebelumnya, daerah akan memanfaatkan TKA. Bobotnya tergantung daerah,” di sela acara penandatanganan komitmen bersama SPMB RAMAH 2026/2027 di Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Kamis 21 Mei 2026.
Gogot menekankan bahwa penggunaan hasil TKA, tes tambahan, dan nilai rapor harus memenuhi prinsip keadilan. Ia menambahkan, “Prinsip KeadilanGogot menggarisbawahi, keleluasaan penggunaan hasil TKA, penerapan tes tambahan, dan nilai rapor pada SPMB harus memenuhi prinsip keadilan.”
Ia juga menjelaskan jalur prestasi, “Jalur prestasi kan ada dua, ya? Akademik dan nonakademik. Akademik itu juga ada dua, ada rapor dan TKA. Ada daerah yang melakukan tes tambahan, silakan. Yang penting jangan sampai mencederai prinsip keadilan,” ucapnya.
“Makanya TKA bermacam-macam. Ada yang daerah TKA-nya sampai 80% dari jalur akademik, ya, jalur prestasi akademik. Ada yang 50%, fifty-fifty dengan rapor. Monggo, disilakan. Yang penting ada pembobotan,” sambungnya. (twu/nah)
Perbedaan bobot TKA ini mencerminkan kebijakan daerah yang fleksibel, namun tetap harus menjaga keadilan dalam proses seleksi siswa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
