Sukabumi Bentuk Pokja BSAN, Fokus Kurangi Kekerasan Sekolah

Wati N. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 80 dibaca
Bisik.id
Sukabumi Bentuk Pokja BSAN, Fokus Kurangi Kekerasan Sekolah

Gambar atau konten salah?

Di Sukabumi, pemerintah kabupaten meluncurkan langkah cepat untuk menekan kekerasan di sekolah. Langkah ini diwujudkan lewat pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) periode 2026‑2030.

Rapat koordinasi pembentukan Pokja dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman di Pendopo Sukabumi, menjelang akhir pekan lalu. Inisiatif ini merupakan respons daerah atas amanat Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026. Dengan aturan baru, tanggung jawab menciptakan sekolah aman tidak lagi hanya terletak pada pihak sekolah saja, melainkan melalui kolaborasi lintas sektor di bawah komando pemerintah daerah.

“Batas waktu pembentukan Pokja ini adalah 9 Juli 2026, namun kita di Kabupaten Sukabumi ingin bergerak lebih awal. Kita ingin memastikan bahwa seluruh sekolah di wilayah kita benar-benar mampu memenuhi kebutuhan spiritual, memberikan perlindungan fisik, serta menjamin kesejahteraan psikologis para peserta didik,” kata H. Ade Suryaman dalam keterangan tertulis.

Susunan Pokja BSAN diisi dengan formasi strategis, antara lain:

  • Ketua Pokja: Sekda Kabupaten Sukabumi (H. Ade Suryaman)
  • Wakil Ketua: Kepala Bapperida
  • Koordinator: Kepala Dinas Pendidikan (Deden Sumpena)
  • Tim Perumus & Teknis: Sekretaris Dinas Pendidikan

Menurut Kepala Dinas Pendidikan, Deden Sumpena, keanggotaan Pokja ini mencerminkan semangat gotong royong warga Sukabumi. Ia menegaskan bahwa keanggotaan tidak sebatas pada instansi pendidikan saja. “Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, Pokja ini tidak hanya diisi oleh insan pendidikan, tetapi turut merangkul peran aktif dari Kepolisian, Kementerian Agama, berbagai instansi pemerintah daerah terkait, tokoh masyarakat, perwakilan orang tua, hingga rekan‑rekan media,” papar Deden.

Melalui sinergi solid lintas sektor ini, Pemkab Sukabumi optimis dapat meredam serta menangani secara efektif segala bentuk perundungan (bullying), kekerasan, hingga intoleransi di lingkungan sekolah. Langkah strategis ini sekaligus menjadi pendorong kuat untuk mewujudkan visi besar Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah, yang senantiasa dimulai dari senyum aman dan nyaman anak‑anak di bangku sekolah.

Inisiatif Pokja BSAN menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, sejalan dengan kebijakan nasional, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan kekerasan di sekolah.

SukabumiPokja BSANkekerasan di sekolahkolaborasi lintas sektorPermendikdasmen 2026perundungan (bullying)pendidikan aman

Komentar

Memuat komentar...