Sumatera Selatan 24.748 Kasus TBC, 65% Terobati 2025

Yuli S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 81 dibaca
Bisik.id
Sumatera Selatan 24.748 Kasus TBC, 65% Terobati 2025

Gambar atau konten salah?

24.748 kasus Tuberkulosis (TBC) terdeteksi dan diobati di Sumatera Selatan sepanjang tahun 2025. Dari perkiraan insiden, 65,34 % sudah mendapat pengobatan. Angka ini menunjukkan upaya deteksi yang terus meningkat.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumsel, Ira Primadesa, TBC masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat. Namun, angka ini juga menunjukkan bahwa upaya penemuan kasus kita terus meningkat, sehingga lebih banyak pasien dapat terdeteksi dan segera ditangani, ujarnya pada 08 April 2026.

Data yang dilaporkan pada Maret 2026 mencatat 3.148 kasus baru. Cakupan sementara hanya 9,68 %. Ira menegaskan bahwa angka ini masih bersifat sementara dan akan bertambah seiring intensifikasi penemuan kasus di seluruh kabupaten dan kota.

Ia menambahkan, data Maret 2026 masih bersifat sementara. Seiring intensifikasi penemuan kasus sepanjang tahun, cakupan ini akan terus meningkat. Hal ini menandakan bahwa program pencarian aktif masih dalam proses penyempurnaan.

Kasus TBC paling banyak ditemukan di wilayah dengan penduduk besar dan mobilitas tinggi. Kota Palembang menjadi wilayah dengan temuan tertinggi, diikuti oleh Banyuasin, Ogan Komering Ilir, dan Muara Enim. Ira menjelaskan, kondisi ini sejalan dengan karakteristik epidemiologi TBC yang berkaitan erat dengan kepadatan penduduk dan intensitas interaksi sosial di wilayah tersebut.

Ia menekankan bahwa kejadian TBC tidak bisa dilihat dari satu faktor saja. Faktor multifaktor, mulai dari kondisi lingkungan tempat tinggal, kontak erat dengan pasien TBC aktif, penyakit penyerta seperti diabetes mellitus, hingga faktor sosial ekonomi masyarakat, semuanya berperan dalam meningkatkan risiko.

Untuk mempercepat penemuan kasus, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat strategi Active Case Finding (ACF) secara masif di komunitas. Ira menyatakan, kami terus memperkuat strategi Active Case Finding (ACF) secara masif di komunitas, serta melakukan investigasi kontak secara intensif terhadap orang-orang yang pernah berinteraksi dekat dengan pasien TBC aktif.

Upaya ini juga dibarengi dengan penguatan kolaborasi lintas sektor serta peningkatan peran aktif masyarakat. Ira menambahkan, selain itu, kami juga mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor dan peran aktif masyarakat dalam mendukung upaya eliminasi TBC sesuai target nasional.

Program ini menargetkan deteksi lebih awal dan penanganan cepat, sehingga menurunkan angka penyebaran. Dengan dukungan masyarakat dan koordinasi antar lembaga, diharapkan cakupan pengobatan akan terus naik.

Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa meski masih ada tantangan, Sumatera Selatan sedang meningkatkan upaya deteksi dan pengobatan TBC. Program Active Case Finding dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menurunkan angka kasus dan mempercepat eliminasi penyakit ini.

TuberkulosisSumatera SelatanActive Case Findingdeteksi kasuspengobatankolaborasi lintas sektorkepadatan penduduk

Komentar

Memuat komentar...